Kasus Suap dan Gratifikasi, Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara

Ilustrasi pengadilan (Pixabay)

Arah - Majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vinis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kepada terdakwa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Terdakwa dinyatakan hakim bersalah menerima suap dan gratifikasi.

"Menyatakan terdakwa Irwandi Yusuf telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut, dan menerima gratifikasi berkala," ujar Ketua majelis hakim Saifuddin Zuhri saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/4/2019).

Menurut majelis hakim, terdakwa telah terbukti menerima suap Rp1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi agar menyetujui program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018. Uang tersebut digunakan Irwandi untuk membayar tiket perjalanan umrah bersama istrinya dan kegiatan Aceh Marathon.

Baca Juga: Tanjung Priok Bebas Korupsi, 5 Pelabuhan Lain Menyusul
KPK Miris Masih Terjadi Kasus Suap Pengadaan Barang di BUMN

Tak hanya itu, majelis hakim menyatakan selama menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan 2017-2022, Irwandi menerima gratifikasi Rp8,717 miliar dari beberapa proyek yang dikerjakan pengusaha.

Atas perbuatannya, Irwandi terbukti melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Berita Terkait

Jadi Tersangka, ini Bentuk Suap yang Diterima Emirsyah Satar Jadi Tersangka, ini Bentuk Suap yang Diterima Emirsyah Satar
KPK Panggil Ketua DPRD Maluku dalam Penyidikan Kasus Suap KPK Panggil Ketua DPRD Maluku dalam Penyidikan Kasus Suap
KPK Periksa Bupati Lampung Soal Suap KPK Periksa Bupati Lampung Soal Suap

#kpk #Gubernur Aceh #Irwandi Yusuf #korupsi #Kasus Suap #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar