Uji Coba Telekomunikasi Radio Kebencanaan di Pangandaraan

Uji coba layanan radio telekomunikasi kebencanaan (grafis Kemenkominfo)

Arah - Kementerian Kominfo melakukan uji coba layanan radio telekomunikasi kebencanaan atau Public Protection and Disaster Relief (PPDR). Uji coba dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Polri, dan Pemerintah Daerah serta stakeholders telekomunikasi.

PPDR merupakan standar dunia untuk komunikasi radio dalam penanganan ketertiban dan penegakan hukum, perlindungan jiwa dan harta beda, dan situasi darurat, hingga penanganan gangguan serius terhadap sosial masyarakat akibat bencana. Lokasi uji coba di kawasan Pangandaran, Jawa Barat selama sebulan 9 April 2019 - 9 Mei 2019.

Menteri Kominfo Rudiantara megatakan uji coba harus dilakukan agar manajemen kebencanaan bisa lebih baik lagi sekaligus menguji teknologi baru yang ada untuk mendukung penanganan bencana. Dalam uji coba, dilakukan demo uji SMS Blast, Panggilan Suara antar petugas, Pengiriman Gambar dan Video secara Real Time, dan Pengujian Fitur-Fitur pada Aplikasi Layanan Radio Komunikasi.

“Mengapa kita harus lakukan uji coba? Kita jangan sampai menunggu semua kertas selesai ditulis. Pemerintah, Kominfo mengeluarkan Peraturan Menteri tentang uji coba teknologi tahun 2016. Tujuannya agar Indonesia terbuka terhadap teknologi-teknologi baru, diujicobakan. Jangan nanti kertasnya sudah selesai baru kita uji coba. Terlambat kita,” ujarnya.

Dalam konteks komunikasi kebencanaan, Indonesia sebagai negara rawan bencana, membutuhkan dukungan infrastruktur komunikasi kebencanaan yang canggih dan mampu melayani trafik komunikasi suara dan multimedia.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Dalam 3 Hari ke Depan
Pelaporan LHKPN Bisa Bantu Cegah Korupsi

Dengan layanan multimedia, kondisi lapangan dapat dipantau dan dianalisa secara lebih efektif dan efisien karena pos komando penanggulangan bencana langsung menerima data video dan data-data sensorik lainnya secara real time dari perangkat yang bekerja di pita frekuensi radio 700 MHz.

Selain itu, dengan adanya komunikasi berbasis multimedia, keselamatan personil tanggap darurat yang terjun ke daerah bencana lebih terlindungi. Informasi situasi lokasi yang menjadi target operasi akan diterima dengan lebih detail dan dinamika perubahannya lebih cepat termutakhirkan.

Melalui uji coba ini diharapkan diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas, serta data non teknis di lapangan yang diperlukan sebagai rekomendasi penyelenggaraan layanan nantinya. Termasuk peluang integrasi layanan Sistem Penyampaian Informasi Bencana melalui SMS Blast pada daerah terdampak bencana dan Layanan Panggilan Darurat 112 yang dikelola oleh Pemda dalam penanganan kondisi darurat.

Berita Terkait

Hasil Pertemuan, Pemerintah Usulkan Tarif Ojek Rp2.000 Per Km Hasil Pertemuan, Pemerintah Usulkan Tarif Ojek Rp2.000 Per Km
Kominfo Bikin Aplikasi Info Mudik Lebaran Kominfo Bikin Aplikasi Info Mudik Lebaran
Ericsson Gelar Demo 5G, Kecepatannya Tembus 5,3 Gbps Ericsson Gelar Demo 5G, Kecepatannya Tembus 5,3 Gbps

#bencana #Badan Penangulangan Bencana Daerah #Kemenkominfo #Rudiantara #BNPB #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar