Inovasi Startup Kerajinan dan Batik Terus Dikembangkan

Ilustrasi startup (Pixabay)

Arah - Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri nasional untuk terus menciptakan inovasi produk. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satunya melalui pemanfataan teknologi digital untuk menghasilkan produk berdaya saing global.

“Saat ini, penguatan inovasi bagi sektor industri menjadi sangat penting. Langkah ini perlu kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara.

Ngakan optimistis, pengembangan industri melalui inovasi dan teknologi akan berperan dalam peningkatan produktivitas dan kualitas secara efisien.

“Menurut para cendekia, istilahnya adalah technology will always win,” ungkapnya.

Menurut Ngakan, lembaga litbang di seluruh Indonesia termasuk yang ada di bawah BPPI Kemenperin dapat menjadi penyokong utama terbentuknya ekosistem inovasi yang melahirkan riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi kemajuan industri nasional.

Baca Juga: Startup Ini Tak Sekadar Decacorn Pertama di Asia Tenggara
Tantangan Pemerintah Membuat Aturan e-Commerce

Saat ini, jumlah balai litbang di lingkungan BPPI Kemenperin sebanyak 11 Balai Besar dan 11 Balai Riset Standardisasi (Baristand) Industri.

“Setelah sukses dengan kegiatan Innovating Jogja ditahun 2016 dan 2018, pada tahun ini Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di Yogyakarta kembali meluncurkan kegiatan Innovating Jogja 2019,” ungkap Ngakan.

Kepala BBKB Titik Purwati Widowati mengatakan,kegiatan Innovating Jogja tahun ini menitikberatkan pada penumbuhan usaha yang bergerak pada bidang kerajinan dan batik. Apalagi, batik merupakan salah satu produk unggulan yang berkontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional melalui capaian ekspornya.

“Kegiatan Innovating Jogja secara umum menggabungkan tujuan kegiatan Innovating Jogja terdahulu, untuk menghasilkan startup kerajinan dan batik di Yogyakarta yang inovatif dengan fungsi alih teknologi dan inkubasi hasi-hasil litbang yang dihasilkan oleh BBKB Yogyakarta,” paparnya.

Berita Terkait

Kemenperin Targetkan 3000 Wirausaha Baru Tumbuh di 2019 Kemenperin Targetkan 3000 Wirausaha Baru Tumbuh di 2019
Kemenperin Kembali Berlakukan Restrukturisasi Mesin Tekstil Kemenperin Kembali Berlakukan Restrukturisasi Mesin Tekstil
Jumlah Startup Indonesia Terbanyak di ASEAN Jumlah Startup Indonesia Terbanyak di ASEAN

#Kemenperin #Startup #kerajinan #teknologi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar