Ingat, Peserta Pemilu Dilarang Lakukan Ini di Masa Tenang

Komisi Pemilihan Umum (Dok.KPU)

Arah - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14-16 April sebagai masa tenang Pemilu Serantak 2019. Pada tiga hari masa renang, peserta pemilu dilarang berkampanye dalam bentuk apa pun.

Jika melanggar aturan masa tenang, peserta pemilu terancam sanksi yang diatur dalam Undang Undang (UU) dan Peraturan KPU (PKPU). Berikut poin-poin yang harus dipattuhi peserta pemilu di masa tenang berdasarkan UU Pemilu No 7/2017:

Pasal 278
Selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk: tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, dan memilih calon anggota DPR/DPRD/DPD tertentu.

Pasal 523 ayat (2) juncto Pasal 278 ayat (2)
Sanksi jika melanggar larangan di atas yaitu pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp48 juta.

Baca Juga: SBY Nyoblos di KBRI, Ibu Ani di Rumah Sakit Singapura
Prabowo-Sandi Janji Tak Ambil Gaji Jika Terpilih

Selain itu, KPU juga mengatur tentang larangan berkampanye di media sosial. Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 53 ayat (4) PKPU No 23/2018.

Bawaslu akan melakukan pengawasan kampanye di media sosial pada masa tenang. Selain itu, Bawaslu bekerja sama dengan Kementerian Kominfo juga akan mengawasi iklan di media sosial selama masa tenang.

Berita Terkait

Cara Bawaslu Cegah Pelanggaran Kampanye di Media Massa Cara Bawaslu Cegah Pelanggaran Kampanye di Media Massa
KPU Siap Hadapi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu KPU Siap Hadapi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu
Debat Kelima Capres Usung Persatuan dan Perdamaian Debat Kelima Capres Usung Persatuan dan Perdamaian

#masa tenang #Pemilu 2019 #Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) #pilpres 2019 #kpu #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar