Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%, Ini yang Harus Dilakukan

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:kemenkeu.go.id)

Arah - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada lima hal yang harus dipenuhi jika Indonesia menginginkan pertumbuhan di atas 5%.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani di sela-sela Spring Meeting IMF-WBG 2019 saat melakukan pertemuan dengan Pelajar Indonesia di Amerika Serikat di Columbia University, New York, Selasa, (11/4/2019).

Pertama, Indonesia perlu menciptakan iklim investasi yang baik. Untuk mewujudkannya dengan kombinasi kebijakan seperti mengurai hambatan infrastruktur seperti pembangunan jalan, transportasi, pembangkit tenaga listrik serta koneksi internet untuk ekonomi digital dan revolusi industri 4.0.

"Indonesia selalu dilihat sebagai negara yang prospektif namun banyak hambatan seperti infrastruktur. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengatasi isu tersebut seperti membangun jalan, transportasi, pembangkit tenaga listrik, terkait hub seperti pelabuhan dan bandara serta koneksi internet untuk ekonomi digital dan revolusi industri 4.0," ujarnya dilansir kemenkeu.go.id.

Kedua, iklim investasi yang baik harus didukung peraturan. Pemerintah telah mensimplifikasi prosedur investasi dengan One Single Submission sehingga investor tidak perlu mendatangi berbagai Kementerian/Lembaga baik di Pusat atau Pemerintah Daerah untuk mengurus perijinan.

Ketiga, faktor Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia memiliki banyak tenaga kerja, namun untuk mendapatkan yang terlatih dan terdidik sangat terbatas.

Baca Juga: Inovasi Startup Kerajinan dan Batik Terus Dikembangkan
Startup Ini Tak Sekadar Decacorn Pertama di Asia Tenggara

Keempat, reformasi birokrasi institusi publik yang perlu terus dilakukan, termasuk area yudisial dan memperoleh kepastian hukum. Sejak lama Kemenkeu telah melakukan reformasi birokrasi, namun lembaga yudisial masih banyak yang belum melakukannya atau baru saja memulai di tahap awal.

Kelima, bidang fiskal, Pemerintah memberikan insentif pajak dan insentif belanja. Insentif pajak contohnya tax holiday, tax allowance, exemption import, tax free import duty. Pada insentif belanja, contohnya mendorong belanja pada sektor-sektor tertentu, menciptakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk area efisiensi produksi.

Berita Terkait

Menkeu Optimistis Target Pertumbuhan 2018 Tercapai, Syaratnya ... Menkeu Optimistis Target Pertumbuhan 2018 Tercapai, Syaratnya ...
Target Kapatuhan Pajak 2019 Hingga 85 Persen Target Kapatuhan Pajak 2019 Hingga 85 Persen
Ini yang Dibahas Nadiem Makarim dengan Sri Mulyani Ini yang Dibahas Nadiem Makarim dengan Sri Mulyani

#Pertumbuhan Ekonomi #Kemenkeu #Sri Mulyani #investasi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar