Dewan Pers Sambut Baik Keberadaan Satgas Penanganan Berita Bohong

Dewan Pers berfungsi mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia.

Arah - Saat ini banyak media yang mengaku resmi namun kenyataannya tidak terdaftar di Dewan Pers. Lebih parah lagi, oknum media tersevut menyebarkan berita bohong dan melakukan tindak pemerasan terhadap pihak-pihak tertentu.

"Ada media-media yang memeras sekolah atau kantor-kantor kepala desa," Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo dilansir kominfo.go.id.

Stanley menjelaskan penanganan hukum untuk oknum media ini membutuhkan waktu sangat lama karena perlu klarifikasi ke banyak pihak. Di sisi lain, selama proses tersebut belum selesai, berita bohong semakin tersebar luas di masyarakat.

Keberadaan satgas penanganan berita bohong dapat melakukan tindakan pemblokiran terhadap oknum media sambil menunggu klarifikasi lebih lanjut sehingga berita bohong tidak semakin tersebar luas.

Baca Juga: Dirumuskan Formal, Ini Tugas Satgas Penanganan Berita Bohong
Jelang Pilpres, Jumlah Konten Hoaks Terus Meningkat

"Agar dapat segera dilakukan oleh Kominfo sambil menunggu klarifikasi lebih lanjut. Kalau terbukti itu adalah media peras, abal-abal, bukan berdasarkan fakta, gugus tugas akan menindaklanjuti," tandasnya.

Dia menilai pembentukan satgas ini penting untuk mengembalikan marwah wartawan sesungguhnya yang menjalankan tugas sesuai dengan prinsip jurnalistik.

"Kita harus kembalikan marwah kehormatan jatidiri pers kepada wartawan yang bekerja profesional dan sesuai prinsip jurnalistik," tegasnya.

Berita Terkait

Dirumuskan Formal, Ini Tugas Satgas Penanganan Berita Bohong Dirumuskan Formal, Ini Tugas Satgas Penanganan Berita Bohong
Tangkal Hoaks, Kemenkominfo Lakukan Tiga Lapis Tindakan Tangkal Hoaks, Kemenkominfo Lakukan Tiga Lapis Tindakan
Jelang Pemilu Serentak 2019, Peredaran Konten Hoaks Meningkat    Jelang Pemilu Serentak 2019, Peredaran Konten Hoaks Meningkat

#Dewan Pers #Kemenkominfo #konten hoaks #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar