Perkuat Usaha Garam Rakyat dengan Penyaluran KUR Khusus

Petani garam (Pixabay)

Arah - Pemerintah telah mengembangkan berbagai jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menciptakan skema KUR Khusus antara lain untuk sektor Perkebunan Rakyat, Peternakan Rakyat, dan Perikanan Rakyat. Selain itu sektor Usaha Garam Rakyat juga mendapat sentuhan Skema KUR khusus.

Skema KUR Khusus yang diberikan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dikelola secara bersama dalam bentuk kelompok dengan off-taker perusahaan besar. Seluruh sektor usaha terbuka bagi pembiayaan KUR, sepanjang tergolong UMKM dan usahanya produktif, termasuk diantaranya usaha garam rakyat.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, UMKM terbukti memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional mencapai 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, potensi UMKM untuk berkembang masih terbatas, salah satunya disebabkan rendahnya akses terhadap pembiayaan.

Skema KUR Khusus Garam Rakyat yang hari ini disalurkan merupakan upaya Pemerintah meningkatkan akses pembiayaan kepada petani garam, yang selama ini sulit mengembangkan usahanya karena terkendala modal.

“Sejumlah kemudahan disertakan dalam KUR Khusus ini, antara lain suku bunga rendah, hanya 7% pertahun, serta mekanisme yarnen (bayar setelah panen) atau sesuai dengan satu siklus usaha” ujar Menko Darmin saat meresmikan penyaluran KUR Garam Rakyat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Pemerintah memilih Pulau Madura sebagai lokasi utama Penyaluran KUR Garam Rakyat karena merupakan daerah penghasil garam dapur terbesar di Indonesia. Sekitar seperempat produksi garam nasional berasal dari pulau di timur Jawa ini. Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi kedua nasional, dengan total akumulasi Rp58,6 Triliun kepada 2,8 juta debitur.

Baca Juga: Beban Listrik di Hari Pencoblosan Diprediksi Turun 5.000 MW
Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%, Ini yang Harus Dilakukan

Selain itu, Menko Darmin mendorong penggunaan Kartu pintar untuk menggantikan formulir pengajuan pinjaman KUR. Hal ini akan mempermudah petani garam hendak mengajukan pinjaman yang berulang, sekaligus memudahkan pula bagi Bank Penyalur untuk mengontrol tingkat kepatuhan si peminjam.

Dalam praktiknya, pinjaman tidak harus penuh sepanjang satu tahun. “Kalau petani garam mungkin hanya butuh pinjam 6 bulan, ya jangan dipaksa meminjam untuk setahun. Pakainya skema yarnen, bayar saat panen. Kalau panen dalam 6 bulan, ya langsung dibayar utangnya, bayar bunganya pun jadi hanya 3,5% saja," kata Darmin.

Pemerintah, menurut Menko Darmin dilansir ekon.go.id, akan memerintahkan BUMN PT Garam untuk meningkatkan jumlah gudang penyimpanan garam. Dengan begitu, saat masa panen tidak ada alasan PT Garam tidak bisa menyerap produk di petani dengan harga beli yang baik, sehingga pengepul pun tidak leluasa menekan harga di level petani.

Selain di Madura, secara serentak pemerintah menyalurkan KUR Garam Rakyat di 5 daerah lain, yakni Kab. Indramayu, Jawa Barat; Kab. Rembang, Jawa Tengah; Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan; Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat; dan Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Total KUR Garam Rakyat yang disalurkan Rp68,8 miliar yang diterima 2.384 debitur. Di Provinsi Jawa Timur disalurkan KUR Rp36,2 miliar kepada 1.189 debitur, sisanya Rp32,3 miliar disalurkan di lima Provinsi lainnya (Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, dan NTB) yang diterima oleh 1.169 debitur.

Berita Terkait

KUR Perikanan Rakyat Kembali Disalurkan Serentak ke 6 Provinsi   KUR Perikanan Rakyat Kembali Disalurkan Serentak ke 6 Provinsi
Usaha Mikro Sedot Kredit Hampir Rp100 Triliun, Berapa yang Macet? Usaha Mikro Sedot Kredit Hampir Rp100 Triliun, Berapa yang Macet?
3 Terobosan Kebijakan KUR Kurangi Efek Distorsi Pasar UMKM       3 Terobosan Kebijakan KUR Kurangi Efek Distorsi Pasar UMKM

#Kredit Usaha Rakyat (KUR) #Kemenko Perekonomian #Darmin Nasution #garam #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar