Quick Count Baru Bisa Dipublikasikan Pukul 15.00 WIB

Ilustrasi persidangan (Freedigitalphotos.net/Salvatore Vuono)

Arah - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), beberapa stasiun TV dan lembaga survei terkait aturan publikasi hasil survei.

Sebelumnya, pemohon mengajukan uji materi aturan larangan publikasi hasil survei di masa tenang sesuai Pasal 449 ayat (2) UU Pemilu, dan hitung cepat (quick count) 2 jam setelah pemilihan dengan rujukan WIB yang diatur Pasal 449 ayat (5) UU Pemilu.

Majelis hakim MK menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya, Selasa (16/4/2019). MK menilai pengumuman hasil hitung cepat 2 jam setelah pemilihan dengan rujukan zona WIB yang diatur Pasal 449 ayat (5) UU Pemilu telah sesuai. Pengumuman hasil hitung cepat sebelum pemilihan selesai dinilai berpotensi mempengaruhi pemilih.

Selisih waktu 2 jam WIB dengan WIT memungkinkan hasil hitung cepat di WIT sudah diumumkan ketika pemilihan di zona WIB belum selesai. Hal ini berpotensi mempengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak pilih.

Baca Juga: Menko Polhukam Ingatkan Jangan Ada Pawai Sebelum Pengumuman Resmi
Partisipasi Pemilih di Dubai dan Emirat Utara Capai 60 Persen

Selain itu, MK menilai aturan pelarangan publikasi hasil survei pada masa tenang yang tertuang dalam Pasal 449 ayat (2) UU Pemilu sudah tepat.

Dengan putusan ini, aturan publikasi quick count tetap mengacu pada UU Pemilu, yakni dua jam setelah pemilihan di zona WIB berakhir atau baru bisa dipublikasikan pukul 15.00 WIB.

Berita Terkait

Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ketua MK:Ya Allah Saya Mohon Ampun Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ketua MK:Ya Allah Saya Mohon Ampun
Ini Pemenang Pilkada DKI Versi 4 Quick Count Ini Pemenang Pilkada DKI Versi 4 Quick Count
Pagi-Pagi Anies-Sandi Temui Sutiyoso, Ada Apa??? Pagi-Pagi Anies-Sandi Temui Sutiyoso, Ada Apa???

#Quick Count #Hasil Quick Count #Mahkamah Konstitusi #hitung cepat #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar