Stres Pasca-pemilu Jadi Perhatian Khusus Kemenkes

Ilustrasi stres (Pixabay)

Arah - Stres pasca pemilu bisa terjadi pada calon legislatif (Caleg) yang gagal meraup suara terbanyak. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan, Fidiansjah mengatakan hal tersebut menjadi perhatian pihaknya.

Menurut Firdiansjah penyebab stres pada setiap individu tidak bisa diprediksi. Hanya saja begitu daya tahannya rapuh, konsep dalam diri seseorang terjadi suatu gejolak antara cita-cita dan harapan, lalu realitas tak terpenuhi.

“Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada Pemilu., tapi terjadi di semua kondisi. Untuk itu, prinsipnya dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan. Maka kesiapan kenyataan karena tidak sesuai yang diharapan harus bisa menerima. Prinsip pertamanya siap kalah dan menang,” ujarnya. 

Ketika caleg menjalani proses pencalonan, lanjut Fidiansjah dilansir Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Selasa (16/4), ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Terjadinya stres pascapemilu merupakan kejadian yang tidak biasa atau tidak dapat diprediksi.

“Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat,” katanya.

Baca Juga: Jelang Pilpres, Jumlah Konten Hoaks Terus Meningkat
Kisruh Pemilu di Sydney, Ini Rekomendasi Bawaslu ke KPU

Dia memastikan sektor kesehatan tetap siaga untuk melayani masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pascaPemilu serentak. Semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk betul-betul menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa.

“Ini situasi yang saya katakan pada dasaranya rumah sakit, seperti rumah sakit jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini. Tapi, langsung melakukan sebuah penyesuaian, misalnya rumah sakit umum, Puskesmas, semuanya diberdayakan,” pungkasnya. 

 

Berita Terkait

Potensi Politik Uang di Masa Tenang, Ini Antisipasi Bawaslu Potensi Politik Uang di Masa Tenang, Ini Antisipasi Bawaslu
Bawaslu Catat 6455 Pelanggaran Pemilu Termasuk Pidana Bawaslu Catat 6455 Pelanggaran Pemilu Termasuk Pidana
17 April 2019 Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional 17 April 2019 Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional

#Kemenkes #Stres #pilpres 2019 #Pemilu 2019 #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar