Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang Metode Pos di KL

Pemilu Serentak 2019 (Ilustrasi: Kemendagri)

Arah - Bawaslu RI merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di wilayah Kuala Lumpur, Malaysia. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menjelaskan PSU ini hanya direkomendasikan untuk pemungutan suara melalui metode pos.

Dikatakan Bagja, rekomendasi diberikan setelah ditemukan surat suara yang sah telah dicoblos oleh bukan pemilih dan surat suara yang belum dicoblos di lokasi Taman University SG Tangkas 43.000 Kajang dan di Lokasi Bandar Baru Wangi, Selangor, Malaysia.

Dia menjelaskan, sebagian surat suara Pemilu 2019 yang masuk di Panitia Pengawas Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur di Malaysia diyakini tidak sesuai dengan asas berlangsung bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Dengan demikian PPLN Kuala lumpur terbukti meyakinkan tidak melaksanakan tugas sceara objektif, transparan dan profesional dalam oenyelenggaraan pemilu 2019," tegas Bagja.

Baca Juga: Stres Pasca-pemilu Jadi Perhatian Khusus Kemenkes
Kisruh Pemilu di Sydney, Ini Rekomendasi Bawaslu ke KPU

Disamping itu, Bagja mengungkapkan, PPLN Kuala Lumpur juga tidak mencatat jumlah surat suara yang dikirim kepada pemilih yang sah melalui metode pos. Adapun pemilih yang terdaftar dalam pemungutan metode pos berjumlah 319.293 pemilih.

Bagja dalam konpers di Jakarta, Selasa (16/4/2019).
menegaskan PSU penting dilaksanakan untuk memenuhi hak pilih warga negara dan menjamin integritas Pemilu 2019 di Kuala Lumpur.

 

Berita Terkait

Fokus Cegah Politik Uang di Masa Tenang, Baswaslu Rangkul KPK Fokus Cegah Politik Uang di Masa Tenang, Baswaslu Rangkul KPK
Cara Bawaslu Cegah Kampanye Lewat Medsos di Masa Tenang          Cara Bawaslu Cegah Kampanye Lewat Medsos di Masa Tenang
Ingat, Peserta Pemilu Dilarang Lakukan Ini di Masa Tenang Ingat, Peserta Pemilu Dilarang Lakukan Ini di Masa Tenang

#Pemilu 2019 #Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) #pilpres 2019 #Kuala Lumpur #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar