Harapan Hidup Bayi Baru Lahir di Indonesia Capai Umur 71,20 Tahun

Ilustrasi bayi (Pixabay)

Arah - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 71,39. Angka ini meningkat 0,58 poin atau tumbuh 0,82 persen dibandingkan tahun 2017 yang berada di angka 70,81.

“Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. Karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konpers, di Jakarta, Senin (15/3/2019).

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

IPM diperkenalkan United Nations Development Programme (UNDP) pada 1990 yang metode penghitungannya direvisi pada 2010.. IPM dibentuk tiga dimensi dasar, umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living).

Menurut Kepala BPS, Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010-2018, Indonesia berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup saat lahir 1,39 tahun atau tumbuh 0,25 persen per tahun.

“Pada tahun 2010, Umur Harapan Hidup saat lahir di Indonesia hanya sebesar 69,81 tahun, dan pada tahun 2018 telah mencapai 71,20 tahun,” ungkap Suhariyanto.

Sementara dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas. Data BPS menunjukkan, kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Stres Pasca-pemilu Jadi Perhatian Khusus Kemenkes
Sambut Ramadan, Pesona Wisata Halal NTB Dipromosikan di CFD

Selama periode 2010 hingga 2018, Harapan Lama Sekolah di Indonesia telah meningkat sebesar 1,62 tahun, sementara rata-rata Lama Sekolah bertambah 0,71 tahun.

Pada 2018, Harapan Lama Sekolah di Indonesia telah mencapai 12,91 tahun yang berarti anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau D1.

Sementara itu, rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Indonesia tumbuh 1,14 persen per tahun selama periode 2010-2018. Pertumbuhan positif ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih baik. Pada 2018, secara rata-rata penduduk Indonesia usia 25 tahun ke atas mencapai 8,17 tahun, atau telah menyelesaikan pendidikan hingga kelas IX.

Dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan pengeluaran per kapita (harga konstan 2012). Pada tahun 2018, menurut data BPS, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp11,06 juta per tahun. Selama 8 tahun terakhir, pengeluaran per kapita masyarakat meningkat 2,00 persen per tahun.

Berita Terkait

SD Di China Tidak Beri PR Kepada Muridnya SD Di China Tidak Beri PR Kepada Muridnya
Pengacara Lengkapi Berkas Gugatan Cerai Ahok di Pengadilan Pengacara Lengkapi Berkas Gugatan Cerai Ahok di Pengadilan
Soal Dana Kampanye, Timses Paslon Pilgub DKI Saling Sindir Soal Dana Kampanye, Timses Paslon Pilgub DKI Saling Sindir

#Bayi #Badan Pusat Statistik (BPS) #Sekolah #Harapan Hidup #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar