Diskriminasi Pelayanan Publik Masih Terjadi

Ombudsman Republik Indonesia . (Foto: ombudsman.go.id)

Arah - Salah satu problem pelayanan publik di Indonesia pada saat ini adalah masih dirasakan adanya diskriminasi. Diskriminasi itu bisa atas dasar karena faktor ekonomi, orang bisa melayani dengan baik pada saat saya bicara saat ini masih terjadi misalnya pungutan liar.

“Yang kami hadapi banyak hal-hal yang cukup serius, tidak hanya sekedar misalnya apakah di suatu stasiun kereta api tersedia tempat duduk yang baik. Bukan sekedar itu karena potensi maladministrasi itu terjadi hampir di segala kementerian dan lembaga (K/L),” ujar Ketua Ombudsman RI Prof. Amzulian Rifai di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Amzulian menyebut pelayanan publik di bidang kesehatan. dimana masyarakat merasakan diskriminatsi. Selain itu juga pelayanan KTP dan pelayanan terhadap para investor.

“Ombudsman menemukan hal-hal yang katakanlah masih jauh dari harapan kita kalau kita bicara tentang bagaimana investasi yang diharapkan oleh Bapak Presiden karena di dalam kenyataannya masih banyak hal-hal yang sungguh tidak pantas terjadi,” ungkap Amzulian.

Baca Juga: KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Sebagai Tersangka
21 Penyidik Baru KPK Dilantik

Amzulian dilansir setkab.go.id menambahkan negara-negara yang mengedepankan pelayanan publik terbaik menjadi negara rujukan dalam banyak hal.

“Negara itu menjadi rujukanmisalnya karena biasanya memiliki tingkat korupsi yang paling rendah, kemudian negara yang paling sejahtera,” ungkap pungkasnya.

Berita Terkait

Purwakarta Menunggu E-KTP Terintegrasi Semua Pelayanan Publik Purwakarta Menunggu E-KTP Terintegrasi Semua Pelayanan Publik
Padang Buka Mal Pelayanan Publik Akhir Tahun Ini Padang Buka Mal Pelayanan Publik Akhir Tahun Ini
Pengacara Terdakwa E-KTP Puji Penyidik KPK, Ini Alasannya Pengacara Terdakwa E-KTP Puji Penyidik KPK, Ini Alasannya

#Ombudsman #diskriminatif #Pelayanan Publik #E-KTP #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar