2 Titik Rawan Terjadi Pelanggaran Pemilu pada Penghitungan Suara

Anggota bawaslu RI Rahmat Bagja (bawaslu.go.id)

Arah - Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menyebut ada dua titik potensi paling rawan terjadinya pelanggaran Pemilu pada tahap penghitungan suara. Dua titik rawan tersebut yakni di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Adapun saat ini, kata Bagja, penghitungan suara berada di tingkat kecamatan. Karena itu, saat ini merupakan waktu yang tepat dalam mengawal dan menjaga proses hitung formulir C1.

"Bagi peserta pemilu C1-nya silakan disandingkan dengan C1 (milik) PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan)," ujar Bagja dalam diskusi publik yang digelar DPP Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) di Kawasan Salemba Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: TGPF Berkomitmen Ungkap Kasus Novel Baswedan
KPK Perkuat Kerja Sama dengan Badan Anti Korupsi Arab Saudi

Rahmat dilansir bawaslu.go.id menjelaskan, penghitungan suara di tingkat kabupaten hingga nasional relatif lebih aman. Pasalnya, data di KPU Daerah biasanya sudah lengkap, hanya beberapa saja masalah yang muncul.

"Makanya (di kabupaten) lebih cepat prosesnya. Dan sekarang, (waktu penghitungan) panjang sampai 22 Mei 2019 karena datanya masih dikumpulkan," pungkasnya.

Berita Terkait

Bawaslu Rekomendasilan Pemungutan Suara Ulang di 8 TPS Tapsel    Bawaslu Rekomendasilan Pemungutan Suara Ulang di 8 TPS Tapsel
Kakek Asal Pangandaran Berjuang Rawat Cucunya yang Idap Penyakit Kakek Asal Pangandaran Berjuang Rawat Cucunya yang Idap Penyakit
KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak... KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...

#TPS #TPS Rawan #pelanggaran pemilu #kpps #bawaslu #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar