Organda Pantau Efek Kenaikan Tarif Transportasi Daring

Ilustrasi angkutan umum (Foter/mSeattle)

Arah - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta memantau efek kenaikan tarif transportasi daring. Pemantauan untuk mengetahui dampak regulasi terhadap jumlah penumpang transportasi konvensional.

"Kami akan melihatnya apakah meningkat, stagnan atau justru menurun," ujar Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Organda DKI Jakarta akan mengumpulkan laporan dari berbagai perusahaan angkutan umum terkait kebijakan baru dari Kementerian Perhubungan tersebut.

Baca Juga: Perubahan Tarif Taksi Daring Direalisasikan Juni 2019
Kubu Eggi Sudjana Laporkan Balik Pelapor 'People Power'

"Satu sampai tiga bulan ke depan, kita bisa melihat dampak dari kebijakan itu," katanya dilansir Antara.

Kemenhub menerbitkan dua aturan baru terkait transportasi daring yang mulai diberlakukan pada 1 Mei 2019. Tarif transportasi daring terbagi tiga zona, yakni Zona I untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Bali, Zona II Jabodetabek dan Zona III untuk Kalimantan, NTB dan wilayah timur.

Adapun Jabodetabek dengan tarif batas bawah Rp2.000 per kilometer, tarif batas atas Rp2.500 per kilometer dan biaya jasa minimal Rp8.000 - Rp10.000 dalam empat kilometer pertama.

"Kami berharap kebijakan ini membawa dampak positif, semuanya berdampingan di bawah payung hukum agar orang-orang yang berusaha punya kepastian," pungkasnya.

Berita Terkait

Presiden Buka Konferensi Internasional Keamanan Kesehatan Global Presiden Buka Konferensi Internasional Keamanan Kesehatan Global
Mencekam, Detik-detik Penyanderaan Ibu dan Bayi di Dalam Angkot Mencekam, Detik-detik Penyanderaan Ibu dan Bayi di Dalam Angkot
Jembatan Hamadi-Holtekam di Papua Terlebar di Indonesia Jembatan Hamadi-Holtekam di Papua Terlebar di Indonesia

#Organisasi Angkutan Darat (Organda) #Tarif Ojek Online #angkutan umum #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar