Kemenhub Akan Masukkan Sanksi di Aturan Ojek Daring

Ojek online mangkal di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Selatan. (arah.com/Helmi Shemi)

Arah - Kementerian Perhubungan akan memasukkan sanksi di peraturan ojek daring, yakni Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

"Ada satu kekurangan di PM 12 tidak ada sanksi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat ditemui di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Budi mengatakan pihaknya hanya menyusun sanksi yang akan dikenakan. Sedangkan untuk pelaksanaannya diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Berkaitan dengan operator, Grab, Gojek bukan domain saya, ini juga tidak langsung sanksi, ada tahapannya," katanya.

Dia menyebutkan sanksi dimulai dari administratif hingga yang paling berat yakni pemblokiran. Sanksi tersebut dimaksudkan agar aplikator menerapkan peraturan tersebut, terutama tentang biaya jasa.

Budi akan memanggil Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait penerapan diskon. Hal ini mengingat dalam aturan biaya jasa tidak menerapkan diskon.

Biaya jasa diatur dalam Keputusan Pemerintah Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

Baca Juga: Kepolisian Persilakan Eggi Ajukan Praperadilan
Mengenal Ratu Bulu Tangkis Indonesia yang Jadi Google Doodle

Berdasarkan KP 348/2019, tarif menurut zonasi, rinciannya Zona 1: Jawa, Sumatera dan Bali, Zona 2: Jabodetabek dan Zona 3: Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

Untuk Zona 1, biaya jasa batas bawah nett Rp1.850, biaya jasa batas atas Rp2.300, Zona 2, biaya jasa batas bawah nett Rp2.000, biaya jasa batas atas Rp2.500 dan Zona 3, biaya jasa batas bawah Rp2.100, biaya jasa batas atas Rp2.600.

Selain itu, peraturan tersebut juga memberlakukan tarif "buka pintu" atau biaya jasa minimal yang harus dibayarkan hingga empat kilometer perjalanan, yaitu Rp8.000-Rp10.000 untuk wilayah Jabodetabek.

Biaya jasa minimal artinya perjalanan nol hingga empat kilometer diberlakukan tarif yang sama, yaitu Rp8.000-Rp10.000, artinya tarifnya flat hingga empat kilometer.

Biaya jasa minimal ditentukan berdasarkan zona, Zona 1 yakni Jawa ,Sumatera dan Bali berlaku Rp 7.000-Rp10.000, Zona 2 Jabodetabek Rp8.000-Rp10.000 dan Zona 3 Kalimantan, Sulawesi dan lainnya Rp7.000-Rp10.000.

Berdasarkan permintaan masyarakat, Budi akan menyesuaikan jarak terpendek dari minimal 4 kilometer menjadi 3 kilometer. Penyesuaian akan dilakukan pada pekan depan.(ant)

Berita Terkait

Tarif Baru Ojek Online Mulai Berlaku, Ini Daftar Lengkapnya      Tarif Baru Ojek Online Mulai Berlaku, Ini Daftar Lengkapnya
Mengapa Orang Lebih Tertarik Menggunakan Jasa Ojek Online? Mengapa Orang Lebih Tertarik Menggunakan Jasa Ojek Online?
Payungi Ojek Online, Ini 3 Wacana Revisi UU LLAJ Versi DPR Payungi Ojek Online, Ini 3 Wacana Revisi UU LLAJ Versi DPR

#Ojek Online #aplikasi ojek online #Kemenhub #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar