Permohonan Praperadilan Romahurmuziy Ditolak

Romahurmuziy (Dok.Arah.com)

Arah - Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Agus Widodo menolak permohonan praperadilan yang diajukan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) non-aktif Romahurmuziy alias Rommy terhadap KPK.

"Menetapkan, menyatakan permohoan praperadilan yang diajukan oleh pemohon (Romahurmziy) tidak dapat diterima," ujar Hakim Agus Widodo di PN Jaksel, Selasa (14/5/2019).

Menurut hakim, seluruh gugatan yang diajukan Romahurmuziy alias Rommy ditolak seluruhnya.

"Menolak permohonan untuk seluruhnya,"

Hakim menyetujui seluruh tanggapan dan bukti-bukti yang diajukan KPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, yaitu penerimaan hadiah atau janji terkait seleksi jabatan pada Kementerian Agama tahun 2018-2019.

Keberatan Rommy terutama mengenai operasi tangkap tangan (OTT) karena surat perintah penyelidikan adalah terhadap tersangka lain perkara tersebut, yaitu Muhammad Muafaq Wirahadi.

Baca Juga: 7 Pelaut Indonesia Berharap Bisa Segera Dipulangkan
Jadi Mata Mata Inggris, Warga Iran Divonis 10 Tahun Penjara

Menurut KPK, operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Rommy adalah sah dan sesuai dengan ketentuan hukum. Sebab, dalam hal tertangkap tangan, KUHAP telah menentukan bahwa penangkapan dilakukan tanpa surat perintah penangkapan sesuai Pasal 18 ayat (2).

Selain itu, KPK melakukan OTT sesuai dengan informasi dan komunikasi yang diperoleh selama tahap penyelidikan tentang terjadinya suatu peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana. OTT tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidik atas diterimanya suatu informasi.

Pada saat KPK menemukan peristiwa telah terjadi 'perbuatan aktif' berupa penerimaan uang Rp 50 juta oleh pemohon Rommy dari Muh Muafaq Wirahadi pada 15 Maret 2019 di Hotel Bumi Surabaya City Resort terkait seleksi jabatan pada Kementerian Agama Tahun 2019.

Selain itu, KPK menyebut telah memiliki bukti yang cukup untuk melakukan proses penyidikan karena penetapan tersangka pada awal penyidikan yang didasari bukti permulaan yang cukup sekurang-kurangnya 2 alat bukti yang sah.(ant)

Berita Terkait

Romahurmuziy Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel Romahurmuziy Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
KPK Konfirmasi Menag Soal Penerimaan Uang Rp10 Juta KPK Konfirmasi Menag Soal Penerimaan Uang Rp10 Juta
Menag Lukman Hakim Pastikan Penuhi Panggilan KPK Menag Lukman Hakim Pastikan Penuhi Panggilan KPK

#Romahurmuziy #Sidang Praperadilan #Kemenag #kpk #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar