Instalasi Minyak Arab Saudi Diserang Drone

Ilustrasi. Drone militer. (Foto: Pixabay/skeeze)

Arah - Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan pesawat nir-awak yang dilengkapi senjata melancarkan serangan terhadap dua instalasi minyak pada Selasa (14/5/2019).

Serangan tersebut ditujukan ke dua stasiun pemompa minyak untuk pipa saluran Timur-Barat, yang menyalurkan minyak Arab Saudi dari Provinsi Timur ke Pelabuhan Yanbu,

Al-Falih dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Resmi Arab Saudi, SPA mengatakan serangan tersebut telah menimbulkan kebakaran pada satu stasiun pompa, yang akhirnya bisa dikendalikan.

Pada Selasa pagi, stasiun televisi Al-Masirah, corong kelompok milisi Syiah Yaman, Al-Houthi, mengatakan gerilyawan telah melancarkan serangan terhadap instalasi minyak Arab Saudi, tapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

SPA mengatakan Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, menghentikan operasi pipa saluran itu sebagai langkah pencegahan setelah serangan tersebut.

Pada Senin (13/5/2019), Arab Saudi mengatakan dua kapal tangker minyaknya menghadapi serangan sabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab, sehari setelah UAE menyatakan empat kapal komersialnya telah menjadi sasaran serangan sabotase di lepas pantai Kota Pelabuhan Fujairah.

"Sabotase dan aksi terorisme paling akhir di Teluk dengan sasaran instalasi penting tidak hanya ditujukan kepada Kerajaan (Arab Saudi) tapi juga kepada keamanan pasokan minyak dunia dan ekonomi global," kata Al-Falih, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa malam.

"Serangan itu sekali lagi membuktikan bahwa penting bagi kita untuk menghadapi kesatuan teroris, termasuk milisi Al-Houthi di Yaman, yang didukung Iran," katanya.

Baca Juga: 7 Pelaut Indonesia Berharap Bisa Segera Dipulangkan
Paparkan Hasil Penghitungan Internal, BPN: Mari Adu Data Saja

Perkembangan baru tersebut terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran.
Pemerintah AS kembali menjatuhkan sanksi atas ekspor minyak Iran pada November, setelah Presiden Donald Trump secara sepihak keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 antara Teheran, Washington dan lima negara lainnya.

Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran akan melanjutkan pengayaan uranium tingkat tinggi mendekati tingkat senjata jika kepentingan Teheran dalam kesepakatan nuklir tidak dilindungi dalam 60 hari.

Berita Terkait

Saudi Sambut Keputusan AS Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran Saudi Sambut Keputusan AS Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran
Amerika Serikat Jual Peluru Kendalinya ke Arab Saudi Amerika Serikat Jual Peluru Kendalinya ke Arab Saudi
Drone Dilarang Terbang Diarea Ini di Amerika Drone Dilarang Terbang Diarea Ini di Amerika

#Drone #minyak #Arab Saudi #Amerika Serikat #iran #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar