Bukan Avtur, Ini yang Diduga Penyebab Tiket Pesawat Mahal

Ilustrasi Pesawat. (Foto: foter.com)

Arah - Komisioner Ombudsman Alvin Lie menduga penyebab tingginya harga tiket pesawat adalah inefisiensi di tubuh maskapai, seperti jumlah pesawat terlalu banyak dan utilitasnya rendah.

"Pada umumnya di bawah 10 jam, itu kan tidak efisien. Yang efisien, dari jumlah pesawat, terbang sedikitnya 12 kali sehari. Nah, kalau memang tidak efisien, ya kurangi jumlah pesawatnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Komponen pengadaan pesawat, lanjut dia, memang sangat tinggi, karena seluruh biaya sewa pesawat menggunakan mata uang euro atau dolar AS.

"Maskapai ini kan pesawatnya sewa semua. Nilai tukar rupiah terhadap dolar sejak 2016 sudah turun. Ketika tarif batas atas (TBA) ditetapkan pada 2016 lalu, asumsinya kurs Dolar adalah Rp12 ribu, sekarang Rp14 ribu," kata Alvin yang juga pengamat penerbangan.

Alvin tidak setuju jika avtur menjadi "kambing hitam" atas tingginya harga tiket pesawat. Apalagi, masih ada komponen lain yang juga mempengaruhi penentuan harga tiket. Dia mencontohkan biaya bandara yang sejak 2016 beberapa kali mengalami kenaikan.

Jika memang tidak efisien,  pemerintah berhak memberikan teguran kepada maskapai yang melakukan pengadaan pesawat baru lagi, kecuali untuk peremajaan.

"Misal, pesawat yang sudah berusia delapan tahun diremajakan dengan mendatangkan yang usianya 0 tahun, itu oke saja," katanya.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Selesai 2020
Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun 12-16 Persen

Hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan mendorong maskapai membuka jalur penerbangan internasional, tidak seperti sekarang airlines hanya bermain di tingkat domestik. Kalau pun membuka jalur internasional, hanya sebatas Singapura dan Kuala Lumpur, meski kesempatan resiprokal dengan banyak negara sangat terbuka.

"Lihat saja maskapai Qatar terbang ke Indonesia, mengapa Indonesia tidak? Hal-hal seperti itu yang perlu kita kembangkan, jangan hanya sibuk bermain di dalam negeri," katanya.

Terkait seringnya avtur menjadi kambing hitam atas tingginya harga tiket pesawat, Alvin melihat sebagai justifikasi terhadap masuknya swasta untuk pasar avtur domestik.

Hal ini terlihat, karena setiap kali menyebut avtur sebagai penyebab tingginya harga tiket pesawat, selalu dibarengi dengan pernyataan mengenai perlunya pemain baru.

"Saya menduga ujung-ujungnya ada pemain baru yang mau masuk. Jadi maunya masuk hanya di Soekarno Hatta. Padahal konsumsi avtur di Soekarno Hatta adalah 60 persen dari dari konsumsi avtur di Indonesia,"pungkasnya.(ant)

Berita Terkait

Mau Ikut Uji Coba MRT Jakarta, Caranya Gampang Mau Ikut Uji Coba MRT Jakarta, Caranya Gampang
Papan Count Down Asian Games Ramai dikunjungi Warga Papan Count Down Asian Games Ramai dikunjungi Warga
Hasil Survei: Elektabiltas Ahok-Djarot Melambung Pasca Debat Hasil Survei: Elektabiltas Ahok-Djarot Melambung Pasca Debat

#Harga Tiket Pesawat #Maskapai Penerbangan #Ombudsman #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar