Jual Beli Data Pribadi Langgar Hukum dengan Ancaman Pidana

Ilustrasi data pribadi (Pixabay)

Arah - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan praktik jual-beli data pribadi merupakan kegiatan yang melanggar hukum dengan ancaman pidana dan denda.

"Ada beberapa kasus yang telah dilaporkan oleh Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo, kepada aparat penegak hukum dan kini dalam proses penindakan," ujar Ketua BRTI, Ismail, dalam keterangan resmi, Jumat.

Pernyataan BRTI ini muncul setelah pemberitaan media massa mengenai temuan jual-beli data pribadi di platform e-commerce.

Saat ini terdapat sekitar 30 regulasi yang mengatur perlindungan data berkaitan dengan hak asasi manusia, pertahanan keamanan, kesehatan, administrasi kependudukan, keuangan dan perbankan, perdagangan, perindustrian, maupun telekomunikasi.

BRTI dan Kemen Kominfo akan meminta penyedia platform e-commerce dan media sosial untuk menurunkan promosi, iklan dan gerai yang mempraktikkan jual-beli data pribadi.

Sebagai langkah memperkuat perlindungan data pribadi, Kominfo menginisiasi RUU Perlindungan Data Pribadi.

Salah satu pasal dalam RUU tersebut menjelaskan data pribadi sebagai setiap data tentang kehidupan seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau non elektronik ada sejumlah ketentuan perundang-undangan yang mengatur mengenai perlindungan data pribadi.

Draft tersebut juga menegaskan data sensitif, yaitu data pribadi yang memerlukan perlindungan khusus yang terdiri dari data yang berkaitan dengan agama/keyakinan, kesehatan, kondisi fisik dan kondisi mental, kehidupan seksual, data keuangan pribadi, dan data pribadi lainnya yang mungkin dapat membahayakan dan merugikan privasi subjek data.

Baca Juga: Soal Situng KPU, Fadli Kritisi Putusan Bawaslu yang Tanpa Sanksi
Sunjaya Dilantik Sebagai Bupati Cirebon kemudian Diberhentikan

Ismail, yang juga menjabat sebagai Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, berpendapat UU PDP akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap data pribadi serta mencegah terjadinya penyalahgunaan.

Saat ini RUU PDP berada di Sekretariat Negara dan akan diserahkan ke DPR untuk pembahasan lanjutan agar dapat segera disahkan.

Berita Terkait

UU Perlindungan Data Pribadi Benteng Ketahanan Siber Indonesia   UU Perlindungan Data Pribadi Benteng Ketahanan Siber Indonesia
RUU Perlindungan Data Pribadi Urgen untuk Segera Diselesaikan    RUU Perlindungan Data Pribadi Urgen untuk Segera Diselesaikan
Saracen Belum Diblokir, Menkominfo: Untuk Membantu Penyidikan Saracen Belum Diblokir, Menkominfo: Untuk Membantu Penyidikan

#data pribadi #perlindungan data pribadi #Kemenkominfo #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar