Diblacklist Trump, Google Tangguhkan Bisnis dengan Huawei

Logo Google (google.com)

Arah - Sebuah pukulan bagi Perusahaan teknologi Cina setelah Presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei dalam blacklist di seluruh dunia. Google Alphabet Inc menangguhkan bisnisnya dengan Huawei yang membutuhkan transfer perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis Google, kecuali yang tersedia untuk umum melalui lisensi terbuka.

Langkah tersebut dapat membuat bisnis ponsel Huawei goyah di luar Cina karena raksasa teknologi itu akan segera kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Versi ponsel pintar Android Huawei berikutnya juga akan kehilangan akses ke layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail dan YouTube.

"Huawei hanya akan dapat menggunakan Android versi publik dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan eksklusif dari Google," kata sumber sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, dikutip antara, Minggu (20/5/2019).

Pemerintahan Trump pada Kamis (16/5/2019) memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan, yang akan mempersulit perusahaan itu untuk melakukan bisnis dengan mitra di AS.

Pada Jumat, Departemen Perdagangan AS mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pembatasan pada Huawei guna “mencegah gangguan operasi dan peralatan jaringan yang ada.” Namun tidak segera jelas apakah akses Huawei ke perangkat lunak seluler akan terpengaruh.

Pakar chip mempertanyakan kemampuan Huawei untuk terus beroperasi tanpa bantuan AS, dalam hal ini Google.

Rincian layanan spesifik yang terkena penangguhan itu masih dibahas secara internal di Google. Pengacara Huawei juga mempelajari dampak dari daftar hitam itu, kata seorang juru bicara Huawei, Jumat.

Huawei akan terus memiliki akses ke versi sistem operasi Android yang tersedia melalui lisensi "open source" yang dikenal sebagai Android Open Source Project (AOSP). Aplikasi itu tersedia secara gratis bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Menurut Google. ada sekitar 2,5 miliar perangkat Android aktif di seluruh dunia.

Tetapi Google akan berhenti memberi Huawei akses, dukungan teknis, dan kolaborasi yang melibatkan aplikasi dan layanan eksklusifnya ke depan.

Huawei mengatakan telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk menyiapkan rencana darurat dengan mengembangkan teknologinya sendiri seandainya diblokir dari penggunaan Android. Beberapa teknologi ini sudah digunakan dalam produk yang dijual di Cina.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Maret, Eric Xu, Ketua Huawei, mengatakan "Apa pun yang terjadi, komunitas Android tidak memiliki hak hukum untuk memblokir perusahaan mana pun dari mengakses lisensi sumber terbuka".

Aplikasi Google populer seperti Gmail, YouTube dan browser Chrome yang tersedia melalui Google Play Store akan menghilang dari handset Huawei di masa depan karena layanan tersebut tidak dicakup lisensi open source dan memerlukan perjanjian komersial dengan Google.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Hingga Kuartal I Rp5.503 Triliun
Jumlah Penumpang Bandara Juanda Turun 10 Ribu Per Hari

Tetapi pengguna perangkat Huawei yang memiliki akses ke Google Play Store akan tetap dapat mengunduh pembaruan aplikasi yang disediakan Google.

Dampak keputusan Google itu memang minimal di pasar Cina, karena sebagian besar aplikasi seluler Google dilarang di Cina, di mana alternatif ditawarkan pesaing domestik seperti Tencent dan Baidu. Namun bisnis Huawei di Eropa sebagai pasar terbesar kedua bakal terpukul.

"Memiliki aplikasi tersebut sangat penting bagi pembuat ponsel cerdas agar tetap kompetitif di kawasan seperti Eropa," kata Wakil Presiden Penelitian di CCS Insight, Geoff Blaber.

Berita Terkait

Soal Kebijakan Trump, Indonesia Akan Gandeng Negara Islam Soal Kebijakan Trump, Indonesia Akan Gandeng Negara Islam
Korea Utara Minta AS Segera Batalkan Permusuhan Korea Utara Minta AS Segera Batalkan Permusuhan
Trump: Pembicaraan Dagang dengan Cina Berlanjut Trump: Pembicaraan Dagang dengan Cina Berlanjut

#Huawei #Donald Trump #perang dagang as-cina #Amerika Serikat #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar