Anies: Enam Orang Meninggal dan 200 Korban di Rumah Sakit

Anis Baswedan, usai buka bersama di Rumah Dinas Mendikbud, Jl Widia Chandra, Jakarta Selatan, Senin (13/6). (Foto: Arah.com/Ratih Prastika)

Arah -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa hingga Rabu pukul 09.00 WIB, terdapat 200 korban yang dibawa ke sejumlah rumah sakit dan enam korban meninggal dunia pada aksi penolakan hasil rekapitulasi pemilu 2019.

"Data per jam sembilan pagi, ada sekitar 200 orang dibawa ke lima rumah sakit di Jakarta, dan enam orang meninggal dunia," kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Anies mengatakan, akan dilakukan investigasi dan visum guna mengetahui lebih lanjut penyebab dan pengobatannya.

Baca Juga: Polisi Mulai Halau Massa di Kawasan Petamburan
Polisi Masih Besiaga di Petamburan

Polisi Mulai Halau Massa di Kawasan Petamburan
Polisi Masih Besiaga di Petamburan

Ia menambahkan penanganan korban di rumah sakit akan dibiayai oleh Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan terprovokasi.

"Jaga ketertiban, jaga keamanan. Damai dibutuhkan oleh semuanya. Saya mengimbau semua pihak yang ada di lapangan, jaga hati, tenang dalam suasana dalam mengungkapkan pikiran," tutup Anies.

Sementara itu, aksi penolakan hasil rekapitulasi pemilu 2019 sudah terjadi sejak Selasa, 21 Mei 2019 dan masih berlanjut hingga kini di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, dan sepanjang ruas Jalan MH. Thamrin, Jakarta.

Berita Terkait

Ini Alasan Sandiaga Rahasiakan Lokasi  Rumah DP Rp0 Ini Alasan Sandiaga Rahasiakan Lokasi Rumah DP Rp0
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Program OK-Otrip Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Program OK-Otrip
Gubernur Anies Bilang Becak Hanya Beroperasi Di Permukiman Warga Gubernur Anies Bilang Becak Hanya Beroperasi Di Permukiman Warga

#gubernur jakarta #Gubernur DKI Jakarta #Demo #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar