5 Negara yang Seru Dikunjungi di Bulan Ramadan

Kota Istanbul, Turki (Foter/CCO)

Arah -  Ingin merasakan suasana dan tradisi Ramadan yang berbeda di negara lain? Saat ini, terdapat 50 negara mayoritas Muslim di dunia ini dengan populasi 1,8 miliar, lebih dari 20 persen penduduknya adalah Muslim. Data tersebut menunjukkan ada banyak cara merayakan Ramadan masyarakat yang tinggal di berbagai belahan dunia.

Berikut daftar lima negara yang seru dikunjungi saat Ramadan, seperti dikutip dari Traveloka:

Istanbul, Turki

Terletak di antara Asia dan Eropa -Turki merupakan negara dengan populasi Muslim paling unik di dunia, karena negara ini terbentang di dua benua, Asia dan Eropa. Budaya, tradisi, dan sejarahnya yang luas menyebabkan pengalaman Ramadhan di Turki akan berbeda dari yang lainnya.

Selama Idul Fitri, banyak wisatawan berduyun-duyun ke Istanbul untuk mengunjungi kota yang kaya akan arsitektur Islam, seperti Masjid Biru yang ikonik dan Hagia Sophia untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang berbeda dari biasanya.

Tak hanya itu, jalan-jalan di Turki menjadi lebih menyenangkan dan tak terlupakan karena berbagai pertunjukan di jalanan seperti layaknya karnaval. Setelah berjalan-jalan pastikan untuk menikmati masakan halal yang paling terkenal seperti Simit, Sucuk, Lahmacun dan masih banyak lagi.
  
Dubai, Uni Emirat Arab

Selama bulan suci Ramadan, pergi ke Dubai merupakan waktu yang ideal untuk merencanakan kunjungan ke negara ini karena tempat-tempat wisata populer tidak terlalu ramai. Turis tidak perlu menunggu antrean panjang untuk mengunjungi gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Bahkan yang lebih menarik, selama bulan Ramadan, tempat-tempat untuk turis menawarkan berbagai acara yang diselenggarakan pemerintah setempat untuk mendidik masyarakat mengenai pentingnya bulan suci Ramadan.

Selain itu, tenda yang dijajarkan di sepanjang pantai digunakan untuk prasmanan berbuka puasa jangan sampai terlewatkan. Penduduk setempat berkumpul untuk Iftar di tenda-tenda ini sambil menikmati permainan saat berbuka. 

Maroko

Sebagai tujuan paling unik di Afrika, perpaduan warisan budaya, tradisi, dan pemandangan luar biasa di Maroko akan membuat Anda takjub dan terpesona dengan kombinasi budaya Arab-Afrika dan sejarah bohemian yang luar biasa unik di Maroko.

Anda bisa menjalankan ibadah di masjid terbesar di Afrika, Masjid Hassan II, sambil menyaksikan pemandangan di bawah laut Samudra Atlantik yang spektakuler di bulan Ramadan. Meskipun pilihan makanan dan minuman mungkin terbatas pada siang hari, bagi turis non-Muslim, masih ada makanan yang disediakan di hotel. Manjakan diri dengan kue-kue tradisional Maroko dan teh dengan rasa mint yang memiliki kelezatan unik selama musim Ramadan.

Keindahan Kota Maroko bisa disaksikan pada malam hari, khususnya jalanan di Marrakesh yang menjadi sangat ramai setiap malam. Banyak pertunjukan yang dinanti-nantikan seperti pertunjukan jalanan, musisi, serta masakan khas Maroko yang dimasak penduduk setempat saat mereka berkumpul untuk mengagumi pertunjukan ini di sepanjang pantai Agadir dan Essaouira. Mencari lebih banyak petualangan? Marrakesh menawarkan berbagai kegiatan seperti naik unta, naik kereta dan bagi mereka yang berani menghadapi tantangan lebih, bisa bersepeda di gunung.

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Tembok Besar Cina Dibatasi per 1 Juni
Pelaku Wisata Sambut Libur Lebaran Meski Status Merapi Waspada

Kairo, Mesir

Ramadhan di Mesir dihiasi dekorasi, doa, dan kegiatan budaya yang memberikan pengalaman unik. Rumah, restoran, pasar dan jalan-jalan diterangi dengan Fanoos tradisional yang berwarna-warni (lentera Ramadhan). Kairo juga memiliki banyak perayaan yang menyenangkan. Apabila kita memesan makanan di sini, Anda akan mendapatkan porsi yang berlebihan dari masakan Mesir.

Bersosialisasi dengan penduduk setempat di kafe-kafe di trotoar di mana tenda-tenda dipenuhi dengan keluarga dan teman-teman yang santai sambil menikmati taamey, yaitu kombinasi makanan dengan bawang putih, bawang merah dan rempah-rempah.

Anda juga dapat menikmati malam di Kairo dengan berjalan-jalan di El Moez Street, sebuah museum terbuka dan monumen Islam. Bergabunglah dengan penduduk setempat di bulan Ramadhan ini saat mereka menyumbangkan apa yang dimiliki kepada mereka yang membutuhkan, yaitu dengan mengumpulkan dana dan menyediakan makanan bagi mereka.

Kuala Lumpur, Malaysia

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, Ramadhan di Malaysia dipersepsikan berbeda, dimana keragaman tradisi keagamaan dan beragam budaya tidak pernah gagal untuk memikat pengunjung ketika orang Malaysia saling merangkul satu sama lain.

Berpuasa di Malaysia dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang karena cuacanya yang kurang bersahabat, namun pada siang hari di Kuala Lumpur tidak pernah sepi dengan orang yang berjalan - jalan dan berbelanja untuk Hari Raya. Anda dapat berbuka puasa bersama penduduk setempat dan dapatkan cita rasa berbagai jenis makanan lokal dan camilan khas Malaysia yang lezat di Bazaar Ramadhan.

Berita Terkait

Tradisi Menyantap Coto Makassar Jelang Ramadan di Sulsesl        Tradisi Menyantap Coto Makassar Jelang Ramadan di Sulsesl
Monas Masih Jadi Primadona Wisata Jakarta Monas Masih Jadi Primadona Wisata Jakarta
Timses Anies-Sandi Tuding Hasil Survei Tak Bertanggung Jawab Timses Anies-Sandi Tuding Hasil Survei Tak Bertanggung Jawab

#Tradisi Ramadan #Ramadan #wisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar