Kisah Mudik WNI yang Menetap dan Bekerja di Negara Lain

Ilustrasi pesawat terbang (Pixabay)

Arah - Mudik saat Idul Fitri tidak hanya menjadi agenda warga Indonesia di tanah air tetapi  juga mereka yang menetap dan bekerja di Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia. Berbeda dengan mudik di dalam negeri di mana tujuan terjauh adalah lintas pulau, mudik dari perantauan di luar negeri apalagi yang jauh seperti Eropa dan Amerika Serikat, memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam biaya perjalanan. 

Pemudik di tanah air bisa menikmati keuntungan karena banyak perusahaan swasta, BUMN, lembaga-kembaga amal dan pemerintah sejak beberapa tahun menyediakan transportasi gratis bagi warga Indonesia yang tinggal di Jakarta untuk pulang kampung ke sejumlah daerah. Bagi warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Inggris mudik dengan pesawat terbang yang biayanya tidak murah. Untuk menyiasati itu, mereka harus pandai-pandai mencari tiket pesawat yang paling murah.

Bagi Hany yang menjadi pekerja migran di Inggris sejak beberapa tahun lalu, mudik lebaran merupakanimpian seperti warga Indonesia yang bekerja disana. Untuk menyiasatinya dia harus menabung agar bisa membeli tiket yang paling murah sekitar Rp10 juta untuk pergi-pulang.

Kiat mencari tiket murah dilakukan para pemudik dengan telaten untuk menelisik perusahaan penerbangan yang bisa membawa mereka pulang ke tanah air dengan biaya terjangkau, meski harus singgah di negara lain.

Mudik lebaran kali ini juga dilakukan Betty Putrajaya yang  bekerja di Kedutaan Brunei Darussalam di London. Dia memilih perusahaan penerbangan Etihad untuk pulang kampung bersama putrinya, Alya.

“Alhamdullilah dapat tiket dan Insya Allah saya bisa ketemu dengan ibu yang tinggal di Palembang,” ujar perempuan Indonesia yang sudah menetap lama di London itu.

Pilihan mendapatkan harga tiket pesawat murah juga harus dilakukan, Raden Dimitri Nuralam Wiriakusumah. Nuralam yang bekerja di perwakilan BNI London  mudik bersama ibunya, Lusi Ana.

“Alhamdulillah kami dapat tiket penerbangan Qatar untuk tanggal 31 Mei dan balik ke London lagi nanti pada 22 Juni,” ujar Lusi Ana sambil menambahkan putriya yang membelikan tiket untuk mereka berdua.

“Lumayan dapat harga 570 poundsterling," kata Lusi yang pernah berkerja mengelola Wisma Caraka milik KBRI London.

Kesempatan untuk bertemu sanak-saudara dan kerabat menjadi tujuan utama para pemudik dengan memanfaatkan momentum Idul Fitri. 

 “Ya senang bisa berlebaran bersama ayah bunda,” kata Lusi yang menikah dengan Tongki Hermono yang bekerja sebagai lokal staff di KBRI London.

Baca Juga: Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1440 H Digelar Senin Petang
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1440 H Senin

Lain lagi dengan kisah mudik tiga pemuda yang bekerja di kapal pesiar Royal Caribian yang mangkal di Southampton, Inggris. Ketiganya bekerja di bagian Restoran di dalam kapal Royal Caribian Crusline RCCL. Mereka memilih mengunakan penerbangan Turkish Airlines sebagai  transportasinya.

“Kebetulan ada liburan  pas jatuh saat menjelang Hari Raya,” ujar Yudhi Pramono bersama dua rekannya Davis yang tinggal di Bandung dan Roni dari Tanjung Priok, Jakarta.

“Kami bekerja selama tujuh bulan secara terus-menerus dan mendapat libur selama tiga bulan tanpa mendapat gaji hanya saja kami mendapat jatah tiket untuk pulang ke Indonesia,” ujar Yudhi tamatan dari Universitas Sahid.

"Tentunya ini kesempatan yang bagus, kami senang karena belum tentu tahun depan libur kami tepat hari raya juga," ujar Davis yang bekerja di Kapal Pesiar sejak tahun 1993.

Setiba di bandara Jakarta Davis mengatakan akan melanjutkan perjalananl langsung ke Bandung dengan mode transportasi umum melalui jalan darat.(ant)

Berita Terkait

Galau Dan Bingung, Presiden  Jokowi Beli Sepatu di Bandung Galau Dan Bingung, Presiden Jokowi Beli Sepatu di Bandung
Rel Kereta Api di lintasan Cilebut-Bogor, Patah Sejak Pagi Rel Kereta Api di lintasan Cilebut-Bogor, Patah Sejak Pagi
14.520 Lansia Jakarta Dapat Kartu Bantuan KLJ 14.520 Lansia Jakarta Dapat Kartu Bantuan KLJ

#mudik lebaran 2019 #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar