Kemenhub: Transportasi Udara Angkutan Lebaran Turun 20-30 Persen

Penumpang pesawat (dok.humas kemenhub)

Arah - Kementerian Perhubungan mencatat transportasi udara selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 secara nasional turun 20-30 persen dibanding Lebaran tahun lalu. Menurut Menhub, hal ini disebabkan sejumlah faktor.

"Walaupun secara nasional semua bandara alami penurunan angkutan penumpang, tapi ada juga bandara yang justru naik seperti di Sorong dan Bali," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti kepada pers di Balikpapan, Sabtu.

Hal itu dikatakan saat dirinya meninjau Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, untuk mengevaluasi angkutan mudik dan balik Dikatakan, penyebab turunnya penumpang angkutan udara adalah waktu liburan sekolah tahun 2019 yang tidak sama dengan tahun lalu.

Polana menganalisis, sejumlah sekolah mengadakan ujian sekolah usai Lebaran, sehingga memungkinkan masyarakat tidak banyak yang bepergian menggunakan pesawat.

"Liburan sekolah tahun ini waktunya tidak bersamaan dengan liburan Lebaran seperti tahun lalu. Ini analisis saya," katanya.

Bukan hanya penurunan penumpang saat arus mudik dan balik, penurunan secara nasional saat arus mudik balik 29 Mei-7 Juni 2019 juga dialami pergerakan pesawat yang turun 22 persen, kargo turun 48 persen, dan bagasi turun 50 persen.

Kemenhub, katanya, sedang mengevaluasi penyebab turunnya penumpang angkutan udara secara nasional apakah karena harga tiket mahal atau ada perpindahan menggunakan angkutan transportasi, khususnya di Pulau Jawa setelah ada tol Trans Jawa.

"Kemenhub sedang memetakan dan mengkaji semua perkembangan alat transportasi darat, laut dan udara. Dengan itu kita bisa tahu kenapa penumpang pesawat turun," katanya.

GM Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Farid Indra Gunawan mengatakan pergerakan pesawat dan penumpang di bandaranya selama periode angkutan mudik dan balik mengalami penurunan cukup signifikan.

"Salah satu penyebabnya adalah telah beroperasinya Bandara Pranoto di Samarinda, sehingga penumpang bisa langsung terbang ke Sanarinda," kata Farid.

Baca Juga: Strategi Kemenub Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran
Puluhan Wisatawan di Pantai Gunung Kidul Tersengat Ubur-ubur

Pesawat terbanyak yang berangkat dan pergi dari Sepingfan adalah tujuan Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

"Kita memprediksi Bandara Sepinggan akan pulih lagi dalam lima tahun, mengingat pertumbuhan ekonomi di Kaltim bagus terutama didorong oleh minyak Pertamina," katanya.(ant)

Berita Terkait

Catat 10 Hal Penting Ini, Sebelum Membeli Tiket Murah Catat 10 Hal Penting Ini, Sebelum Membeli Tiket Murah
Pertumbuhan Penumpang Pesawat Domestik Turun 2 Kali Lipat      Pertumbuhan Penumpang Pesawat Domestik Turun 2 Kali Lipat
Masyarakat Diingatkan Jeli Saat Pesan Tiket Pesawat Daring Masyarakat Diingatkan Jeli Saat Pesan Tiket Pesawat Daring

#Transportasi #Tiket Pesawat #penumpang pesawat #Harga Tiket Pesawat #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar