Indonesia Inginkan Persyaratan Terkait Pertukaran Data G20

Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara (Foto:Dok.Arah.com)

Arah -Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Indonesia menginginkan adanya persyaratan atas usulan pertukaran data yang mengemuka dalam Forum G20.

"Pelaksanaan pertukaran data harus dilakukan secara inklusif dan bersyarat," ujar Rudiantara di Tsukuba, Jepang, Sabtu.

Hal tersebut diungkapkan Rudiantara usai mengikuti sesi ekonomi digital dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20 untuk Perdagangan dan Ekonomi Digital di Tsukuba, Jepang. 

Dalam sesi tersebut, Jepang sebagai presidensi G20 pada 2019, mengingatkan pentingnya Data Free Flow With Trust (DDTF) untuk mendorong efisiensi kegiatan ekonomi.

DTTF yang diusulkan adalah adanya pemindahan atau pertukaran data maupun informasi untuk berbagai sektor yang berbeda secara global.

Menurut Rudiantara, ide tersebut tidak terhindarkan karena pertukaran data bisa menciptakan kegiatan ekonomi baru bernilai miliaran dolar AS.

Namun, Indonesia menginginkan adanya persyaratan tertentu agar ide pemindahan data itu tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan.

Berbagai persyaratan (prerequisite) tersebut diantaranya pentingnya perlindungan data dan harus sejalan dengan kerangka kerja legal di negara-negara anggota maupun dunia internasional.

"Persyaratan dalam konteks harus sesuai legal framework negara G20 baik domestik maupun internasional dan harus hati-hati dalam artian harus dipisahkan antara data pribadi dengan nonpribadi," katanya.

Baca Juga: G20 Dorong Aturan Pajak Perusahaan Raksasa Teknologi
IMF dan Bank Dunia Berencana Hadiri Konferensi Ekonomi Palestina

Persyaratan dalam bentuk counter proposal yang diajukan Indonesia didukung sejumlah anggota G20, terutama yang berpenduduk besar.

"Data itu linier dengan jumlah penduduk, makin banyak jumlah penduduk, datanya makin banyak," kata Rudiantara menyebut dukungan dari Cina, India dan Arab Saudi.

Saat ini, usulan Indonesia telah masuk draft deklarasi bersama negara-negara G20 atas isu DTTF yang menurut rencana diluncurkan Minggu (9/6/2019).(ant)


Berita Terkait

Wow, Jakarta Masuk Kota Termahal Kelima Asia Tenggara Wow, Jakarta Masuk Kota Termahal Kelima Asia Tenggara
Unik Seniman Ini Ciptakan Jam Dari Wajah Seseorang dan Bergerak Unik Seniman Ini Ciptakan Jam Dari Wajah Seseorang dan Bergerak
Ini Misi Khusus Rudiantara di G20 Digital Ministers Meetings Ini Misi Khusus Rudiantara di G20 Digital Ministers Meetings

#G20 #Rudiantara #Ekonomi Global #Jepang #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar