Khofifah Berharap Inggris Investasi MRT dan LRT di Jatim

MRT Jakarta (jakartamrt.co.id)

Arah - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Inggris turut berinvestasi memperkuat transportasi publik berupa Mass Rapid Transit (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT) di wilayahnya.

"Kami berharap investasi berkaitan dengan penguatan transportasi publik terutama MRT dan LRT bisa diluaskan selain DKI Jakarta dan Jawa Barat, yaitu dikembangkan di Jatim," ujarnya usai bertemu Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di kantor Gubernur Jatim jalan Pahlawan Surabaya, Jumat.

Kebutuhan pembangunan transportasi publik, kata dia, sangat mendesak sebab bisa menghubungkan kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbang Kertosusila).

Menurut dia, titik-titik jalan harus saling terkoneksi sehingga nantinya bisa terhubung dengan sentra Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti yang ada di Pasuruan maupun Gresik.

"Karena memang penguatan Gerbang Kertosusila menjadi sangat penting, serta terkoneksi antara satu ruas dan ruas lainnya," katanya.

Mantan menteri sosial itu berharap duta besar Inggris untuk Indonesia bisa menindaklanjuti rencana tersebut sehingga tidak terhenti.

Sementara itu, Moazzam Malik mengakui memang telah ada kesepakatan antara konsorsium dari Inggris dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang salah satunya menyangkut MRT dan LRT di DKI. Namun, lanjut dia, bukan tidak mungkin hal yang sama dilakukan di Jatim.

"Kami terus ikuti arahan dari Pemprov dan Pemerintah Pusat," kata Moazzam Malik.

Inggris siap memberikan bantuan pembiayaan seandainya dibutuhkan, bahkan beberapa hari lalu diakuinya sudah berbicara dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait kesiapan membantu pembiayaan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: KPU Hanya Punya Waktu 3 Hari Susun Jawaban Gugatan Prabowo
Berkas Perkara Sofyan Basir Dilimpahkan ke Pengadilan

Namun alumnus University of Oxford itu menyaratkan pemerintah melakukan uji kelayakan tentang penyediaan transportasi massal berbasis rel dan harus dilakukan secara mandiri, serta perusahaan lokal yang menjadi pemimpin pengkajiannya.

"Karena tawaran dari Inggris berbeda dengan Cina dan Jepang. Bukan tidak bisa, tapi kami tidak berminat untuk membangun proyek seluruhnya. Kami mau kerja sama dengan mitra-mitra di Indonesia, dan kami harap mitra lokal yang akan memimpin proyek karena mereka tahu apa yang harus dilakukan," katanya.(ant)


Berita Terkait

Pemerintah Akan Percepat Pembebasan Lahan LRT Jabodebek Pemerintah Akan Percepat Pembebasan Lahan LRT Jabodebek
Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I
Mau Ikut Uji Coba MRT Jakarta, Caranya Gampang Mau Ikut Uji Coba MRT Jakarta, Caranya Gampang

#MRT #lrt #Jawa Timur #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar