KPK Bidik Tambang Timah Diduga Langgar Aturan

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto:Dok.Arah.com/Dini Aprianti)

Arah - Komisi Pemberantasan Korupsi membidik 44 perusahaan penambangan bijih timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menyalahi peraturan berlaku di daerah itu.

"Alhamdulillah sudah ada 44 perusahaan tambang timah yang sedang dipelajari kembali, apakah operasi perusahaan menimbulkan kerugian terhadap negara atau tidak," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Pangkalpinang, Selasa.

Namun demikian, kata dia, terpenting dari semuanya itu, KPK akan memulai menegaskan kembali siapa melakukan apa di setiap titik harus jelas.

"Kita tidak hanya sekadar melihat-lihat begitu saja, tetapi ini tetap berlanjut," katanya.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan pemerintah provinsi telah mencabut IUP 44 perusahaan tambang timah ini.

"Izin Usaha Penambangan (IUP) 44 perusahaan tambang timah ini sudah habis masa berlakunya, namun mereka tetap beroperasi," katanya.

Dia mengatakan pemerintah provinsi sudah memberitahukan dan memperingatkan perusahaan-perusahaan tambang untuk memperpanjang IUP, namun mereka tetap melakukan penambangan bijih timah di laut dan darat.

Baca Juga: Sidang di MK, KPU Sebut Ma'ruf Tak Langgar Ketentuan Pemilu
Sidang di MK, KPU Tolak Perbaikan Permohonan Prabowo-Sandi

Selain itu, pemerintah provinsi juga melakukan penyelidikan apakah perusahaan tersebut telah melaksanakan kewajibannya, seperti membayar retribusi, pajak, reklamasi lahan dan lainnya.

"Saat ini tim terpadu sedang penyelidikan, apakan perusahaan tambang ini sudah melakukan kewajiban-kewajibannya," katanya. (ant)

Berita Terkait

KPK: Tidak ada Hal Baru dari Eksepsi Novanto KPK: Tidak ada Hal Baru dari Eksepsi Novanto
Periksa 3 Saksi, KPK Dalami Korupsi Walikota Batu Eddy Rumpoko Periksa 3 Saksi, KPK Dalami Korupsi Walikota Batu Eddy Rumpoko
Wali Kota Mojokerto Diperiksa KPK Soal Suap Wali Kota Mojokerto Diperiksa KPK Soal Suap

#kpk #korupsi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar