Sidang di MK, Ahli Sebut Situng KPU Tak Untungkan Paslon Tertentu

Polisi bersiap menjaga Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). Pengamanan dilakukan menjelang dan saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilpres 2019 digelar di MK. )ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Arah - Saksi ahli pihak termohon yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Marsudi Wahyu Kisworo menyebut hasil tampilan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU tidak menguntungkan salah satu pasangan calon presiden tertentu.

Marsudi dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, menjawab pertanyaan anggota tim hukum KPU Ali Nurdin apakah situng KPU menguntungkan salah satu pasangan calon.

Saksi ahli KPU itu memaparkan dari perbandingan diagram hasil situng maupun dalam hasil situs kawal pemilu, yang merupakan hasil inisiatif masyarakat, keduanya memiliki hasil akhir yang cukup mendekati.

"Kalau melihat data ini tidak ada, karena polanya acak. Kecuali kalau polanya tetap di satu tempat, atau di satu provinsi, atau satu kota itu kita boleh menduga ada upaya seperti itu," ujar Marsudi.

Marsudi mengatakan tidak dapat menduga adanya kesengajaan manipulasi data dalam situng, karena datanya sangat acak mulai dari tempat pemungutan suara.

Sedangkan, terkait adanya dugaan pengurangan data pemilih pada pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada kesalahan entri, Marsudi mengatakan penambahan maupun pengurangan suara terjadi pada kedua pasangan calon.

Dia mencontohkan salah satu kasus yang ditemukan di Provinsi Aceh, lonjakan kesalahan entri terjadi justru pada pasangan 02, karena terdapat kesalahan pada form C1.

Baca Juga: Sidang di MK, Ahli Sebut Ada Kesalahan Input Data Situng KPU
KPK Pelajari Dokumen Baru Penanganan Kasus Garuda Indonesia

Salah satu form C1 dari Provinsi Aceh yang baru diakses Kamis pagi oleh Marsudi, menampilkan jumlah pengguna hak pilih ada 13. Sementara jumlah pemilih ada 295, kemudian jumlah surat suara yang terpakai sebanyak 244.

Dia menyebut form C1 yang telah diunggah dalam situng tidak ada perubahan, sebab yang dimasukkan dalam situng merupakan form C1 awal setelah selesai dilakukan pemungutan suara di TPS.

"Jadi ini bukan kesalahan entri dari petugas (situng), tapi memang data dari C1 nya seperti ini, dan ini lah yang akan dikoreksi pada penghitungan suara berjenjang," kata Marsudi.(ant)

Berita Terkait

Situng KPU 67,65%: Jokowi-Ma'ruf 56.31%, Prabowo-Sandi 43,69% Situng KPU 67,65%: Jokowi-Ma'ruf 56.31%, Prabowo-Sandi 43,69%
KPU Klaim Akan Patahkan Tudingan Soal DPT Siluman KPU Klaim Akan Patahkan Tudingan Soal DPT Siluman
Situng KPU 65,02%: Jokowi-Ma'ruf 56,10%, Prabowo-Sandi 43,90% Situng KPU 65,02%: Jokowi-Ma'ruf 56,10%, Prabowo-Sandi 43,90%

#sengketa pemilu #pilpres 2019 #kpu #situng kpu #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar