Industri Daur Ulang Membuat Limbah Plastik Punya Nilai Tambah

ilustrasi botol plastik/Foter/ zone41

Arah -Peningkatan nilai tambah terhadap limbah plastik dan kertas melalui peran industri daur ulang atau recycle industry terus didorong. Upaya ini untuk mengurangi impor bahan baku berupa plastik dan kertas, yang kebutuhannya masih sangat tinggi bagi penopang proses poduksi berbagai sektor industri di Tanah Air.

“Misalnya kertas, salah satu produk yang dihasilkan dari kayuini sedang dibatasi penggunaannya, sehingga dibutuhkan industri recycle paper. Sekarang, hasil industri recycle paper ini mendapatkan apresiasi dari sektor lainnya seperti perusahaan consumer goods yang mengutamakan bahan baku daur ulang,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Kemenperin aktif memacu tumbuhnya industri petrokimia di dalam negeri. Hingga saat ini, sudah ada tiga perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan sektor industri petrokimia di Indonesia, yaitu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., Lotte Chemical Titan, dan Siam Cement Group (SCG). 

“Mereka akan memproduksi kebutuhan bahan baku kimia berbasis nafta cracker di dalam negeri. Sehingga nanti kita tidak perlu lagi impor," jelasnya.

Jumlah limbah plastik yang dapat didaur ulang pada tahun 2019 ditargetkan bisa menyentuh hingga 25 persen. Angka itu naik dua kali lipat lebih dari rata-rata limbah plastik yang didaur ulang pada tahun-tahun sebelumnya, yakni 10 persen.

“Jadi, industri daur ulang ini akan kami terus dorong. Beberapa industri di dalam negeri sudah bisa melakukan proses daur ulang. Sebenarnya daur ulang ini tidak hanya dilakukan untuk plastik, tetapi juga kertas dan aluminium. Plastik itu bukan sampah, tetapi raw material (bahan baku),” paparnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Bantah Isu Kenaikan Tarif Listrik
Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat ‘Low Cost Carrier’

Konsep ekonomi berkelanjutan ini sejalan dengan standar industri hijau yang mampu berperan meningkatkan daya saing sektor manufaktur untuk masa depan, dengan mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Penerapan industri hijau merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. 

Berita Terkait

Unik Seniman Ini Ciptakan Jam Dari Wajah Seseorang dan Bergerak Unik Seniman Ini Ciptakan Jam Dari Wajah Seseorang dan Bergerak
Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor
Perusahaan Ghana Ubah Limbah Plastik Jadi Bata Trotoar Perusahaan Ghana Ubah Limbah Plastik Jadi Bata Trotoar

#Limbah Plastik #daur ulang #Kemenperin #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar