Saran MTI Atasi Kendala Penumpang Menuju Bandara Kertajati

Suasana ruang tunggu pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Arah - Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Agus Taufik Mulyono meminta seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengkritik kebijakan pembangunan Bandara Kertajati tetapi juga membantu mencarikan solusi.

"Jangan hanya mencaci-maki, tetapi seharusnya cari solusi. Jangan hanya melihat kepentingan Bandung saja karena saya yakin dengan pemindahan penerbangan itu pariwisata Bandung tidak akan mati karena sudah dikenal sebagai kota Pendidikan dan wisata kulinernya,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Minggu (23/6/2019).

Dikatakan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, terkait kendala yang dihadapi penumpang pesawat yang harus melalui perjalanan darat cukup jauh menuju Bandara Kertajati bisa dicarikan solusinya.

Menurutnya, diperlukan angkutan shuttle bus yang andal dengan penambahan simpul pemberangkatan ke Bandara Kertajati dari Bandung maupun kota-kota lain di sekitarnya. Angkutan tersebut harus bersubsidi sehingga masyarakat tertarik untuk menggunakannya.

Solusi lainnya, lanjutnya, pemerintah harus mempercepat pembangunan tol Cisumdawu. Dengan beroperasinya tol tersebut, waktu tempuh penumpang dari kota-kota di sekitar Bandara Kertajati menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingatkan Dampak Perang Dagang AS-Cina
Tak Hanya Zonasi, Ini 3 Jalur Penerimaan Peserta Didik Baru 2019

Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, penerbangan domestik dengan pesawat jenis jet rute luar Pulau Jawa akan dialihkan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati secara bertahap. Pengalihan ini dilakukan secara bertahap, sehingga pada 1 Juli 2019 semua penerbangan tersebut sudah dapat dipindahkan.

“Kita akan rencanakan paling lambat 1 Juli 2019 secara bertahap, ada yang tanggal 20 dan 23 Juni 2019, dengan pergerakan ada 28 take off dan 28 landing. Jadi ada 56 pergerakan pesawat yang pindah ke Kertajati yaitu semua pesawat jet dalam negeri,” jelasnya usai melakukan rapat tindak lanjut pengalihan penerbangan komersial pesawat jenis jet dari Bandung ke Kertajati, Selasa (18/6/2019).

Dengan pemindahan ini, nantinya Bandara Husein Sastranegara hanya melayani rute domestik dari Pulau Jawa dengan pesawat jenis propeller (baling-baling) dan rute Internasional yang totalnya 32 take off dan 32 landing sehingga secara keseluruhan ada 64 movement.

Budi Karya dilansir situs Kemenhub, meminta PT Angkasa Pura II sebagai operator pengelola Bandara di Kertajati dan Bandung menata penerbangan sehingga kedua bandara tersebut dapat saling melengkapi, terutama terkait rute domestik dan internasional.

“Bandung itu adalah destinasi wisata, maka kita tidak akan memindahkan pergerakan penerbangan internasional menuju Bandung. Karena dari Malaysia dan Singapura itu sangat meminati Bandung. Namun slot di Bandung terbatas, dengan adanya Kertajati maka pergerakan internasional jadi lebih bagus. Kita bagi fungsi-fungsi Bandara Husein dan Kertajati dengan kesepakatan para pihak,” kata Menhub.

Untuk diketahui dari 56 pergerakan pesawat jet yang akan pindah dari Bandung ke Kertajati antara lain penerbangan dengan jurusan luar Pulau Jawa seperti ke Banjarmasin, Balikpapan, Batam, Bali, Kualanamu, Lombok, Pekanbaru, Pontianak, Makassar dan lain sebagainya. Untuk maskapai yang sudah menyatakan komitmennya antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya, Nam dan Citilink.

Berita Terkait

Bandara Kertajati Disiapkan Tampung 20 Kloter Haji Jabar Bandara Kertajati Disiapkan Tampung 20 Kloter Haji Jabar
Perpanjangan Konsesi, Menhub Harap Tarif Tol Turun 20 Persen Perpanjangan Konsesi, Menhub Harap Tarif Tol Turun 20 Persen
Kemenhub Catat Hampir 2.000 Pemudik Gunakan Motor Kemenhub Catat Hampir 2.000 Pemudik Gunakan Motor

#Bandara Kertajati #Kemenhub #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar