Penggunaan O-Bahn untuk Transportasi Massal Dikaji

Ilustrasi trnasportasi massal O-Bahn (wikimedia)

Arah - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan massalnya,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam diskusi di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Menurut Budi, Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana Transportasi Massal Perkotaan di Indonesia. Tujuannya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan di daerah perkotaan di Indonesia.

Baca Juga: 2020 Ditargetkan Ada 3 Lapas dengan Pengamanan Maksimal
MK Gelar Rapat Permusyawaratan Hakim Perkara Sengketa Pilpres

Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT).

“Tahun 2019 ini adalah era Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki semua sarana dan fasilitas menyangkut angkutan umum. Kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan,” kata Budi.

Berita Terkait

Teknologi Cerdas Dukung Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Teknologi Cerdas Dukung Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Segera Diresmikan, MRT akan Siapkan Gerbong Khusus Wanita Segera Diresmikan, MRT akan Siapkan Gerbong Khusus Wanita
Nominal Tarif MRT Jakarta Diserahkan ke Pemprov DKI Nominal Tarif MRT Jakarta Diserahkan ke Pemprov DKI

#Transportasi #Transportasi Massal #O-Bahn #Kemenhub #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar