Kejagung Tak Akan Buru-buru Eksekusi Baiq Nuril

Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: Kejagung)

Arah - Kejaksaan Agung tidak akan buru-buru melakukan eksekusi terhadap Baiq Nuril dalam kasus pelanggaran UU ITE. Alasannya karena melihat kepentingan lebih besar dan mendengarkan perasaan keadilan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Jaksa Agung HM Prasetyo menerima kedatangan Baiq Nuril dan kuasa hukumnya yang didampingi Rieke Diah Pitaloka di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Dalam kesempatan tersebut setidaknya 132 permohonan yang berasal dari berbagai elemen masyarakat untuk disampaikan kepada Jaksa Agung. 

“Saya ingin sampaikan pengadilan ibu Baiq Nuril dari sisi proses hukum sudah final sudah selesai sudah keputusan inkrach, keputusan yang sudah memiliki hukum tetap, berakhir dengan keputusan PK dan disini tentunya harus dituntaskan apapun keputusannya, kalau kita berbicara secara normatif memang hukum tersebut wajib dilaksanakan oleh eksekutor, siapa eksekutornya adalah jaksa,” terang Jaksa Agung.

"Tetapi atas kasus Ibu Baiq Nuril ini tentunya kita harus melihat kepentingan lebih besar dan selama ini Kejaksaan tentunya harus mendengarkan perasaan keadilan yang tumbuh di tengah masyarakat," kata Prasetyo dilansir situs Kejagung.

Sebelumnya, Prasetyo mengatakan eksekusi seharusnya dilakukan setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Baiq Nuril dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan setelah peninjauan kembali (PK) ditolak. 

Namun Prasetyo menegaskan Baiq Nuril tidak perlu khawatir akan segera dieksekusi. Hukum, lanjut dia, bukan sekedar mencari keadilan dan kebenaran tetapi juga kemanfaatannya untuk kepentingan hukum yang lebih besar. 

Baca Juga: Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka, Gubernur Kepri Ditahan
Uji Kompetensi 192 Capim KPK Digelar 18 Juli 2019

Majelis kasasi MA menjatuhkan vonis enam bulan penjara serta denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan pada 26 September 2018. mantan guru honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat dinilai melanggar UU ITE karena merekam dan menyebarkan pembicaraan dirinya dengan Kepala SMAN 7 Mataram, H Muslim dengan dirinya yang diduga berisi pelecehan.

Putusan MA menganulir vonis Pengadilan Negeri Mataram yang yang memutus bebas Baiq Nuril. Baiq Nuril kemudian mengajukan peninjauan kembali atau PK namun ditolak MA. 

Berita Terkait

Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup
Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq
Papan Count Down Asian Games Ramai dikunjungi Warga Papan Count Down Asian Games Ramai dikunjungi Warga

#Baiq Nuril #UU ITE #Jaksa Agung M Prasetyo #Peninjauan Kembali #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar