Pascagempa, Pemkab Halmahera Selatan Tetapkan Tanggap Darurat

Ilustrasi Gempa. (Wikipedia)

Arah - Sebanyak 971 rumah mengalami rusak berat (RB) akibat gempa yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara. pada Minggu (14/7/2019). Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15-21 Juli 2019.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan kerusakan terbanyak di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Barat dengan jumlah 380 unit. Kerusakan rumah dengan kategori RB juga teridentifikasi di Desa Rangga Rangga 300 unit, Lemo Lemo 131, Tomara 90, Kua 30, Luaro 22, Caitu 10, Sawat 6 dan Tanjung Jere 2.

Kerusakan berat (RB) pada infrastruktur bangunan mencakup gedung sekolah 6 unit, masjid 2, gereja 1, polindes 1, paud 1, dan rumah guru 1.

Sementara itu, korban meninggal bertambah dari sebelumnya 2 menjadi 3 orang, masing-masing 1 orang dari Desa Rangga Rangga, 1 dari Desa Gane Dalam dan 1 orang dari Desa Yomen. Selain itu, 1 orang mengalami luka berat. Korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Pascagempa pengungsian terjadi di beberapa titik di Kota Labuha, Halmahera Selatan, seperti kantor BPBD Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata, Polres, Masjid Raya, aula kantor Bupati, halaman Lembaga Pemasyarakatan, SMEA Amasing, dan Gunung Bobebo. Estimasi jumlah pengungsi mencapai 1.104 orang. Jumlah tersebut belum termasuk dari Kecamatan Gane Brat dan Gane Timur.

Baca Juga: Ini Waktu Terbaik Saksikan Gerhana Bulan Terakhir di Tahun 2019
Tahun Ajaran Baru, DPR Ingatkan Jangan Ada Perploncoan

Hingga Senin (15/7/2019) upaya penanganan darurat terus dilakukan tim terpadu Kabupaten Halmahera Selatan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, SAR, Dinkes, Dinsos, PUPR, Satpol PP, BMKG dan PMI. Tim terpadu berangkat menuju wilayah Gane dan Bacan bagian Timur atau di daerah-daerah yang terkena dampak gempa.

Tim ini melakukan pendataan kerusakan bangunan dan korban serta pendistribusian bantuan logistik berupa terpal, tikar, makanan, minuman dan obat-obatan. Kebutuhan mendesak berupa beras, air mineral, makanan siap saji, tikar, matras, selimut, terpal, dan popok bayi.

BPBD Provinsi Maluku Utara dan TRC BNPB telah menuju lokasi terdampak di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur untuk melakukan kaji cepat guna mendata tingkat kerusakan, jumlah pengungsi dan kebutuhan yang dibutuhkan pengungsi untuk ditindaklanjuti. Situasi sekitar dua kecamatan itu relatif kondusif di mana jaringan listrik dan komunikasi normal.

Gempa dengan magnitudo 7,2 ini terjadi pada Minggu (14/7/2019), pukul 16.10 WIB. Guncangan yang dirasakan warga di beberapa wilayah ini berlokasi pada 0.59 LS,128.06 BT (62 km Timur Laut Labuha - Maluku Utara) dengan kedalaman 10 Km. Goncangan kuat sebesar V MMI di daerah Obi, III MMI di Labuha, II - III MMI di Manado dan Ambon, dan II MMI di wilayah Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow.

Berita Terkait

BNPB: Terhitung Ada 228 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa Bumi BNPB: Terhitung Ada 228 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa Bumi
Pascagempa, Fasilitas Pertamina di Maluku Utara Beroperasi Normal Pascagempa, Fasilitas Pertamina di Maluku Utara Beroperasi Normal
Gubernur Jabar 'Ahmad Heryawan', Angkat Suara Soal Dampak Gempa Gubernur Jabar 'Ahmad Heryawan', Angkat Suara Soal Dampak Gempa

#BNPB #gempa #Dampak Gempa #Maluku Utara #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar