Presiden Jokowi Beri Waktu Tim Teknis Kasus Novel 3 Bulan

Dok. Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara penyerahan sertifikat hak tanah untuk rakyat, di Graha Bumi Beringin, Manado, Sulut, Kamis (5/7) sore. (Foto: setkab/JAY/Humas)

Arah - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah menyampaikan hasilnya secara terbuka ke masyarakat. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan hasil TGPF mesti ditindaklanjuti Tim Teknis untuk lebih menyasar pada dugaan-dugaan yang ada.

“Oleh sebab itu sekali lagi, kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan,” ujar Presiden Jokowi menjawab wartawan usai melepas kontingan Pramuka Indonesia yang akan mengikuti Jambore Kepanduan Sedunia ke-24, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Dilansir setkab.go.id, Presiden berharap, dengan temuan-temuan yang sudah disampaikan TGPF, sudah bisa menyasar ke kasusnya. Terkait penilaian masyarakat, Presiden Jokowi mengingatkan, kasus ini bukan kasus mudah.

“Kalau kasus mudah itu sehari-dua hari ketemu,” katanya.

Sementara mengenai kemungkinan pembentukan Tim Independen, Presiden Jokowi menegaskan, dirinya memberikan waktu 3 bulan kepada Tim Teknis.

“Saya beri waktu 3 bulan, hasil kayak apa. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya,” tegas Presiden.

Baca Juga: Tiga Aktivitas Utama Jemaah Haji di Tanah Suci
Jemaah Haji Boleh Bawa Kursi Roda Ke Tanah Suci

Dalam konpers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019) lalu, TGPF kasus Novel mengungkapkan  telah menemukan fakta terkait dugaan teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK. TGPF menemukan probabilitas serangan balik akibat penanganan kasus yang dilakukan Novel dengan penggunaan kewenangan berlebihan.

“TPF menemukan fakta terdapat probabilitas terhadap kasus yang ditangani korban yang menimbulkan serangan balik atau balas dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan. Dari pola penyerangan dan keterangan saksi korban, TPF meyakini serangan tersebut tidak terkait masalah pribadi, tapi berhubungan dengan pekerjaan korban,” kata Juru Bicara TGPF Nur Kholis.

Untuk itu, TGPF merekomendasikan kepada Polri membentuk tim untuk mencari tiga orang tidak kenal yang diduga datang ke rumah Novel ataupun berada di sekitar masjid di dekat rumah Novel sebelum kejadian.

Berita Terkait

Istana Belum Merespon Keinginan Istri Novel Ketemu Presiden Istana Belum Merespon Keinginan Istri Novel Ketemu Presiden
Menunggu Temuan TGPF, Akankah Kasus Novel Segera Terungkap?      Menunggu Temuan TGPF, Akankah Kasus Novel Segera Terungkap?
Galau Dan Bingung, Presiden  Jokowi Beli Sepatu di Bandung Galau Dan Bingung, Presiden Jokowi Beli Sepatu di Bandung

#Presiden Jokowi #Novel Baswedan #Tim Pencari Fakta #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar