Cetak Wiruasaha Baru Sektor IKM Melalui Santripreneur

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih (Foto:Kemenperin)

Arah - Dalam upaya menumbuhkan wiruasaha baru sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik potensi pondok pesantren. Salah satunya dengan menggelar Program Santripreneur di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta menjadi salah satu fokus menumbuhkan wirausaha industri. Potensi yang dimiliki pondok pesantren ini adalah jumlah santrinya lebih dari 4.000 orang dan sudah memiliki berbagai unit bisnis seperti di bidang percetakan, konveksi, peternakan ikan dan pertanian.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, program menumbuhkan wirausaha baru IKM di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, diberikan dalam bentuk bimbingan teknis serta fasilitasi mesin dan peralatan produksi roti. Sebanyak 100 peserta yang berasal dari para santri dan pengurus pondok pesantren mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami memfasilitasi mesin dan peralatan produksi roti yang berjumlah 15 jenis, terdiri dari mesin produksi hingga kemasan,” tuturnya.

Program Santripreneur telah dijalankan Kemenperin sejak 2013. Hingga tahun 2018, Kemenperin telah membina 22 pondok pesantren dengan lebih dari 3.000 santri diberikan pelatihan produksi serta motivasi kewirausahaan.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami di antaranya adalah pelatihan produksi dan bantuan mesin dan peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (seperti roti dan kopi), kemudian perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah, serta produksi pupuk organik cair,” sebut Gati

Berdasarkan sensus Kementerian Agama tahun 2014-2015, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan 28.961 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 orang. Dari total 28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 atau 80 persen di antaranya tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

Baca Juga: Menhub Budi Karya Cek Pelayanan Haji untuk Lansia dan Disabilitas
Kemenag Investigasi Foto Siswa MAN Kibarkan Bendera Tauhid

Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, mengingat sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala kecil dan menengah, dan memiliki inkubator bisnis.

“Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar, pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, salah satunya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren,” pungkasnya.

Berita Terkait

Syahdunya Suasana Bulan Ramadhan di Ponpes Ar-Raudhatul Medan Syahdunya Suasana Bulan Ramadhan di Ponpes Ar-Raudhatul Medan
Ekonomi Digital Buka Peluang Wirauasaha Industri Baru Ekonomi Digital Buka Peluang Wirauasaha Industri Baru
Ratusan Santri Rela Kehujanan Demi Bertemu Jokowi Ratusan Santri Rela Kehujanan Demi Bertemu Jokowi

#Santri #Pondok Pesantren #Wirausaha Baru #Kemenperin #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar