Waspadai Modus Jual Beli Data Kependudukan

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menerima kedatangan pemilik akun twitter @hendralm, di Pusdiklat Kepemimpinan LAN RI, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8). (Foto: Puspen Kemendagri)

Arah - Pemilik akun Twitter @hendralm bertemu Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh, di Pusdiklat Kepemimpinan LAN RI, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

Pemilik akun bernama Samuel Christian yang sehari-harinya bernama Hendra Hendrawan itu berjasa membongkar modus penjualan data kependudukan, seperti KTP-el, data Kartu Keluarga (KK), dan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) di grup Facebook bernama Dream Market Official.

Hendra menjelaskan data kependudukan KTP-el, NIK dan KK yang diperjualbelikan pemulung data tidak berasal dari pemerintah dalam hal ini Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Dia juga mengungkap modus pencurian data pribadi yang dilakukan pemulung data.

Pertama, pelaku membuat akun di situs jual beli. Sebagai pembeli pelaku berpura-pura memverifikasi dengan minta foto selfie si pemilik barang lengkap memegang KTP-el. Pelaku juga mengirim foto selfie, tapi dari data milik orang lain.

Kedua, membuka lowongan kerja di situs jual-beli dengan mensyaratkan data KTP-el dan KK.

Ketiga melalui penawaran pinjaman dana dengan syarat data KTP-el.

“Bahkan, ada yang mendatangi langsung masyarakat di kampung-kampung memberikan sembako dengan imbalan foto KTP-el dan KK,” ungkap Hendra.

Sebelumnya, akun Twitter @hendralm mengungkap informasi jual beli data KK dan NIK. Informasi ini diunggah pemilik pada Jumat (26/7/2019) lalu. Hendra mengunggah foto yang berisi jual beli data pribadi yang dilakukan sejumlah akun di media sosial.

“Ternyata ada ya yang memperjualbelikan data NIK+KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampai jutaan data. Gila gila gila,” tulis Hendra dalam unggahannya.

Baca Juga: Kemendagri Pastikan Data yang Dijualbelikan Bukan Dari Dukcapil
Masyarakat Diimbau Tak Mudah Unggah Data Kependudukan di Medsos

Tidak Laporkan Pemilik Akun
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menilai Hendra telah berjasa membuka adanya jual beli data kependudukan itu. Dia sangat berterima kasih kepada Hendra yang sempat stres karena mengira dirinya akan dilaporkan ke kepolisian oleh Kemendagri.

Padahal Zudan telah mengklarifikasi pihaknya tak pernah dan tak berniat melaporkan pemilik Hendra ke kepolisian terkait unggahannya soal jual beli data penduduk di medsos. Menurut Zudan, dirinya hanya melaporkan peristiwa dugaan sindikat jual beli data pribadi ke kepolisian.

“Saya sampaikan kami dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melaporkan adanya peristiwa jual beli data kependudukan, tidak melaporkan Mas Hendra, tidak melaporkan pihak lain,” kata Zudan seraya mengatakan laporan itu sudah dilayangkan ke Bareskrim Mabes Polri dan sudah teregistrasi pada Selasa (30/7/2019).

Menurut Zudan, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Hendra menjelaskan mengenai modus jual beli data kependudukan yang terjadi di salah satu grup Facebook.

“Jadi Mas Hendra ini mengunggah adanya jual beli data nomor telepon, NIK dan nomor KK, data kependudukan,” kata Zudan.

“Tadi saya sudah mendapat banyak informasi dari Mas Hendra menjelaskan bagaimana cara jual beli di dalam grup Facebook itu,” katanya.

Berita Terkait

Pemilih Belum Terdaftar DPT Bisa Gunakan Hak Suara, Ini Syaratnya Pemilih Belum Terdaftar DPT Bisa Gunakan Hak Suara, Ini Syaratnya
Kata Mendagri Soal Proses Hukum EKTP Kata Mendagri Soal Proses Hukum EKTP
Kemendagri Terus Kejar Distribusi Blanko E-KTP Kemendagri Terus Kejar Distribusi Blanko E-KTP

#Ditjen Dukcapil #E-KTP (KTP Elektronik) #Kemendagri #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar