Cegah Karhutla dengan Pendekatan Kesejahteraan Ekonomi

Dok. Kepala BNPB Doni Monardo (Foto: setkab)

Arah - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Berdasarkan temuan lapangan, penyebab 99% karhutla adalah faktor kesengajaan untuk mendapatkan keuntungan besar, sedangkan 1% penyebab lainnya faktor alam.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan berdasarkan pantauan langsung dari udara menggunakan helikopter BNPB, titik api terlihat lurus. Artinya kebakaran hutan memang disengaja karena polanya sangat terstrukturCegah .

"Titik api di Kalimantan Tengah ini bersaf atau lurus. Ada indikasi dibakar dan si pembakar sudah mengerti tata letak dan arah angin. Kita harus bisa mengetahui siapa pelaku ini. Sudah berpuluh-puluh tahun terjadi seperti ini," ujarnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (4/8/2019).

Sedangkan faktor lain seperti angin puting beliung di beberapa titik di Kalteng dan fenomena El Nino bukan penyebab, melainkan hal lain yang memicu semakin meluasnya kebakaran. Karhutla di Kalteng murni disebabkan adanya api yang disulut pihak tertentu yang dibayar untuk suatu kepentingan.

"Kita harus bisa temukan pelakunya. Setelah itu dekati pelan-pelan lalu ajak bergabung ke dalam pihak kita menjadi satgas pencegahan api. Kita beri kesejahteraan mereka seperti yang telah BNPB lakukan kepada 1.215 satgas dengan Rp145.000 per kepala", kata Doni.

Doni juga menawarkan cara lain dalam pendekatan kesejahteraan masyarakat dengan manfaatkan lahan ekonomis. Dia mencontohkan budidaya tanaman yang lebih menghasilkan namun tidak dengan membakar lahannya seperti sagu, lidah buaya, pinang, bawang merah, nanas, cabai, kopi liberica dan sebagainya.

Kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi bencana dengan kerugian terbesar dibanding tsunami Aceh pada 2004 silam dengan perbandingan 8:16 untuk karhutla. Pada 2015, tercatat lahan seluas 2,6 juta hektar atau 5x Pulau Bali terbakar dengan total kerugian mencapai 221 triliun.

[baca_juga]

Selain kerugian, karhutla juga membuat Indonesia menanggung malu dengan negara tetangga yang terdampak seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darrusalam. Karena itu negara membutuhkan peran serta langsung dari berbagai pihak untuk mencegah karhutla tidak semakin meluas dan bisa dituntaskan.

"Contohlah warga yang membudidayakan sagu seperti di wilayah Sungai Tohor, Meranti, Riau. Tidak hanya bahan pangan, tapi juga oksigennya bisa bermanfaat, bisa kita ekespor. Saya berharap Kalimantan Tengah juga bisa meniru hal yang sama agar kita yang disini juga menjadi lumbung pangan terbaik juga sebagai paru-paru dunia," pungkasnya.

Berita Terkait

1.963 Desa Terdampak Kekeringan, Permintaan Hujan Buatan Mengalir 1.963 Desa Terdampak Kekeringan, Permintaan Hujan Buatan Mengalir
BNPB Waspadai Kebakaran Hutan Saat Asian Games BNPB Waspadai Kebakaran Hutan Saat Asian Games
Aceh Mulai Dikepung Kabut Asap Aceh Mulai Dikepung Kabut Asap

#Karhutla #kebakaran lahan #Kebakaran Hutan #BNPB #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar