Jelang Wukuf, Menag Ingatkan PPIH Jalankan Formula 5-5-3

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto:Kemenag)

Arah - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan penyelenggaraan ibadah haji terdiri dari tiga tahapan, yakni fase pra wukuf, wukuf dan pasca wukuf. Dia berpesan kepada petugas haji agar memahami formula 5-5-3.

“Saya ingin mengajak setiap petugas apakah yang bertugas di kloter maupun non kloter, dan petugas sektor yang ada di daker, yang tidak menyertai jemaah secara terus menerus, agar dapat memahami dengan baik formulasi 5-5-3 ini,” ujar Menag.

Menag menjelaskan fase pra wukuf adalah serangkaian aktivitas sebelum jemaah berada di Arafah, sedangkan wukuf adalah aktivitas di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Fase terakhir adalah fase pasca wukuf setelah jemaah usai melakukan serangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Pra-wukuf
Menag mengatakan ada lima kegiatan yang harus diperhatikan petugas haji pada fase pra wukuf. Pertama, petugas harus mencermati dampak kebijakan penghentian distribusi katering menjelang wukuf di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Karena kalau tidak dikawal dan dipantau dengan baik, maka akan menimbulkan persoalan,” kata Menag seperti dilansir Situs Kemenag, Rabu (7/8/2019).

Seperti diketahui bahwa antara tanggal 5, 6, 7 dan 14,15 Dzulhijjah 1440H distribusi katering kepada jemaah akan dihentikan.

“Maka saya minta petugas sektor yang berada di hotel untuk mencermati dampak dari kebijakan ini. Harus dilaporkan kemudian dicarikan solusinya,” imbau Menag.

Kedua, petugas harus mencermati dampak penghentian bus shalawat. Karena pada 6–14 Dzulhijjah bus shalawat akan dihentikan.

“Itu artinya akses jemaah untuk mencapai haram akan mengalami kesulitan,” imbuhnya.

Ketiga, Menag berpesan kepada petugas agar senantiasa memantau kondisi kesehatan jemaah. Karena sebelum menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah nanti, ketika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan yang serius bisa segera dirujuk ke KKHI, sehingga nantinya dapat dikelompokkan dalam golongan yang harus disafariwukufkan atau tidak.

“Sekarang kita punya dua hari ke depan karena hari Jumat kita sudah mulai bergerak ke Arafah,” ungkap Menag.

Keempat, petugas harus melakukan sosialisasi secara massif kepada jemaah mengenai apa yang akan dilakukan selama berada di Arafah Mudzalifah dan Mina (Armuzna). Sedangkan poin kelima, Menag mengimbau petugas agar mengintensifkan bimbingan manasik haji selama di Armuzna.

Baca Juga: Beredar Video Kebakaran, Menag: Bukan Tenda Jemaah Indonesia
Waktu yang Dilarang Lontar Jumrah untuk Jemaah Haji Indonesia

Wukuf
Ada lima kegiatan yang perlu dilakukan petugas ketika di Armuzna. Pertama, setiap petugas agar melakukan pengamatan di hotelnya masing-masing.

“Ketika sudah memasuki fase wukuf, pada tanggal 8 Dzulhijjah malam tidak boleh ada satu pun jemaah kita yang masih ada di Makkah, semua harus sudah diberangkatkan ke Arafah. Lakukan penyisiran setiap kloter, setiap sektor tidak boleh ada jemaah yang tertinggal di hotel,” ujar Menag.

Kedua, petugas harus memastikan pada 9 Dzulhijjah semua jemaah sudah ada di Arafah. Ketiga, mencermati betul pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah, terlebih Menag mengatakan bus yang akan mengangkut jemaah jumlahnya sangat terbatas.

Hal ini merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi mengingat rute Arafah dan Muzdalifah yang sangat pendek sehingga tidak memungkinkan untuk menurunkan bus dalam jumlah yang banyak.

Keempat, petugas diminta mencermati pergerakan jemaah dari Mudzalifah ke Mina, di mana bus yang ada lebih sedikit dari rute Arafah menuju Muzdalifah. Kelima, Pergerakan jemaah dari Mina kembali ke hotel usai wukuf.

Pasca-wukuf
Sedangkan pasca-wukuf ada tiga kegiatan yang diformulasikan Menag kepada petugas haji. Pertama, setelah masa wukuf berakhir, setiap petugas harus kembali ke daerah kerjanya masing-masing.

“Yang pos nya di Madinah kembali ke Madinah demikian juga Jeddah (Bandara) kembali ke Bandara untuk mempersiapkan pemulangan jemaah haji ke tanah air,” kata Menag.

Kedua, petugas harus memastikan kepulangan kloter-kloter pertama ke tanah air.

“Khusus bagi petugas yang ada di Bandara Jeddah harus senantiasa berkoordinasi dengan Daerah Kerja Makkah agar kloter awal dapat kembali ke tanah air dengan lancar,” katanya.

Ketiga, memastikan pergerakan jemaah khususnya gelombang kedua dari Makkah ke Madinah.

“Formula 5-5-3 adalah cara kita untuk memudahkan pokok-pokok aktivitas jemaah apa saja yang perlu mendapatkan perhatian serius, agar kualitas pelayanan kita kepada jemaah kita agar senantiasa lebih baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jemaah Haji Diimbau Jaga Keseimbangan Ibadah dan Istirahat Jemaah Haji Diimbau Jaga Keseimbangan Ibadah dan Istirahat
Pelaksanaan Wukuf di Arafah pada 10 Agustus 2019 Pelaksanaan Wukuf di Arafah pada 10 Agustus 2019
Beredar Video Kebakaran, Menag: Bukan Tenda Jemaah Indonesia Beredar Video Kebakaran, Menag: Bukan Tenda Jemaah Indonesia

#Wukuf di Arafah #Lukman Hakim Saifuddin #Ibadah Haji #Jemaah Haji #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar