Storynomics Tourism Strategi Pengembangan Pariwisata Andalan

Danau Toba, Sumatera Utara (Pixabay)

Arah - Pemerintah akan menjadikan Storynomics Tourism sebagai strategi pengembangan pariwisata Indonesia andalan, khususnya di lima kawasan wisata destinasi super prioritas. Kelima destinasi itu adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta mengatakan, Presiden Joko Widodo menginginkan wisatawan yang berkunjung ke destinasi nantinya dapat terkesan kemudian menyampaikan kesan baik kepada banyak orang, atau yang disebut sebagai Storynomics Tourism.

“Formula ini merupakan sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan living culture serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi,” kata Luhut.

Dalam siaran pers Kemenpar, anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid telah ditunjuk sebagai koordinator yang akan memimpin program quick win pengembangan potensi destinasi wisata ini.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga terkait, Pemda sekitar kawasan destinasi super prioritas, serta peran komunitas lokal dalam hal ini BUMDes dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola destinasi wisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penetapan strategi storynomics tourism berlandaskan pada kekayaan budaya Indonesia. Nantinya promosi kawasan wisata akan dilakukan dengan narasi story telling serta dikemas dalam konten menarik yang terkait dengan budaya setempat.

“Awareness berkaitan dengan marketing, sedangkan experience berkaitan dengan faktor aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A) yang melekat ke setiap destinasi-destinasi wisata. Kedua hal tersebut harus menjadi satu kesatuan yang padu,” katanya.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Dieng Culture Festival Terus Meningkat
Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Paling Banyak dari Malaysia

Irfan Wahid menambahkan, dalam program ini nantinya juga akan membuka peluang Public Private Partnership (PPP) dalam membangun pusat-pusat hiburan seperti theme park yang akan menyerap banyak wisatawan. Dengan peluang PPP, narasi dan pengembangan pariwisata bakal bisa diakselerasi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia memberi contoh di kawasan Danau Toba.

"Setelah mencoba melakukan pemetaan masalah dan potensi destinasi wisata, kami menemukan fakta bahwa Toba sangat kaya akan destinasi-destinasi keren. Mulai dari kekayaan budaya, sejarah, sampai alamnya sungguh membuat tempat ini cocok untuk menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas," jelasnya.

Berita Terkait

Potensi Sektor Pariwisata Sumut Dukung Akselerasi Perekonomian Potensi Sektor Pariwisata Sumut Dukung Akselerasi Perekonomian
Danau Toba Ditargetkan Sumbang Rp14 triliun pada 2020            Danau Toba Ditargetkan Sumbang Rp14 triliun pada 2020
Kunjungan Wisman ke Sumut Turun Diawal Tahun Kunjungan Wisman ke Sumut Turun Diawal Tahun

#Destinasi Wisata #Danau Toba #kemenpar #Pariwisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar