Rugi Puluhan Triliun, Uber Berlakukan Kebijakan Ini

Ilustrasi taksi uber

Arah - Pioner taksi online, Uber memberlakukan kebijakan untuk menghentikan rekrutmen karyawan baru. Kebijakan ini untuk menekan pengeluaran menyusul laporan keuangan terbaru perusahaam yang menyebutkan adanya kerugian 5,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp72 triliun.

Dikutip dari Yahoo Finance, Uber telah membatalkan interview beberapa posisi. Kepada calon karyawan, mereka menyampaikan adanya kebijakan menghentikan perekruta sehingga kesempatan kerja untuk saat ini ditunda.

Pada Juli 2019, Uber telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan memangkas ratusan karyawan marketing-nya. 

"Banyak dari tim kita terlampau besar, yang menciptakan overlappping, keputusan tidak jelas dan bisa berujung pada hasil medioker," ujar CEO Uber, Dara Khosrowshahi saat itu.

Baca Juga: Zuckerberg Disebut Sebagai 'Orang Paling Berbahaya' di Dunia
WhatsApp Kembangkan Fitur Boomerang MIrip Instagram

Dalam laporan keuangan teebarunyanya, Uber mengalami kerugian masif 5,2 miliar dolar atau lebih dari Rp71 triliun. Situasi ini berdampak pada turunnya harga saham Uber. Diduga, strategi 'bakar uang' untuk mendapatkan sebanyak mungkin pengguna menjadi salah satu penyebabnya.

Berita Terkait

Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I
Besok, Kemenhub akan Uji KIR Taksi 'Online' di Monas Besok, Kemenhub akan Uji KIR Taksi 'Online' di Monas
Uber Lagi-lagi Ditinggal Petingginya. Ada Apa? Uber Lagi-lagi Ditinggal Petingginya. Ada Apa?

#Uber #Taksi Uber #Rugi #transportasi umum #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar