Pembentukan Layanan Terpadu Haji dan Umrah di Jeddah Dijajaki

Jemaah haji asal Indonesia (Foto:Kemenag)

Arah - Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki perluasan tugas dan fungsi Kantor Urusan Haji (KUH) menjadi Layanan Terpadu Haji dan Umrah Republik Indonesia, di Jeddah.

Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) memberikan mandat kepada Kemenag terkait urusan haji dan umrahh. Utamanya sebagai penanggung jawab dan juga regulator terkait haji dan umrah.

Sekretaris Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan mengungkapkan selama ini, KUH sering menjadi tempat aduan bagi masyarakat Indonesia, tidak hanya soal haji tapi juga umrah.

"Saat ini kita tengah membicarakan, bentuknya ke depan akan sebagai apa. Apakah sebagai unit pelaksana teknis, atase, atau seperti apa," ujarnya, Kamis (22/8/2019).

Terkait dengan itu, Kemenag menggelar rapat bersama empat kementerian. Rapat yang dipimpin Sekjen Kemenag dihadiri perwakilan Biro Organisasi Tata Laksana (Ortala) Kemenag, perwakilan Kemensesneg, Kemenkum HAM, dan Kementerian Keuangan. Meski berhalangan hadir, tim Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi sudah menyampaikan komitmennya membantu sesuai tugas dan fungsi serta kewenangannya.

“Selain menginventarisir hasil kajian di lapangan, rapat juga merencanakan tindak lanjut pembahasan teknis yang akan melibatkan Kementerian Luar Negeri. Rapat ini akan digelar di Indonesia setelah selesainya penyelenggaraan haji 2019,” kata M. Nur Kholis.

Lebih lanjut M Nur Khalis dilansir situs Kemenag menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan tempat untuk membangun pusat layanan terpadu haji dan umrah di Jeddah.
"Tanahnya sudah dibeli oleh Pemerintah Indonesia. Kemarin sudah ada kunjungan KOMISI VIII untuk melihat lokasinya," jelasnya.

Baca Juga: Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II Dimulai 30 Agustus 2019
13 Kloter Haji Diterbangkan ke Tanah Air pada 17 Agustus 2019

Pemerintah terus melakukan pembenahan secara simultan guna merealisasikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Indonesia di Jeddah mulai dari penyiapan kelembagaan, anggaran biaya, hingga gedung operasional.

"Tentu bukan dalam waktu dekat, tetapi planing ke depan kita ingin menginventarisir langkah-langkah konkret yang akan segera diwujudkan di tanah air sepulang dari sini," pungkasnya.

Berita Terkait

Tambahan Kuota Jadi Tantangan Saat Puncak Ibadah Haji Tambahan Kuota Jadi Tantangan Saat Puncak Ibadah Haji
170 Ribu Jemaah Tiba di Mekkah, 9 Ribu Lebih Lansia 170 Ribu Jemaah Tiba di Mekkah, 9 Ribu Lebih Lansia
Waktu yang Dilarang Lontar Jumrah untuk Jemaah Haji Indonesia Waktu yang Dilarang Lontar Jumrah untuk Jemaah Haji Indonesia

#Ibadah Haji #Jemaah Haji #Kemenag #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar