Pemerintah Bangun Rusun dan Rusus Petugas Lapas Nusakambangan

Peresmian Rusun dan Rusus ASN di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (22/8). (Dok. Kementerian PUPR)

Arah -Pemerintah membangun hunian berupa rumah susun (Rusun) dan rumah khusus (Rusus) bagi para petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dengan bantuan perumahan ini diharapkan dapat membantu petugas Lapas Nusakambangan dan keluarganya tinggal di hunian yang layak.

“Rusun yang kami bangun untuk petugas Lapas Nusakambangan ini bukan sekedar hunian vertikal biasa. Tapi kualitasnya seperti apartemen jadi nyaman untuk ditempati petugas beserta keluarganya,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Abdul Hamid saat Peresmian Rusun dan Rusus ASN di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).

Pembangunan Rusun dan Rusus ini merupakan bentuk dukungan Kementerian PUPR dalam meningkatkan kesejahteraan para petugas Lapas. Selain itu, para petugas dan keluarga yang tinggal di Pulau Nusakambangan bisa tinggal di rumah yang lebih aman dan lebih nyaman.

Rusun ini selain menggunakan bahan bangunan berkualitas dan lantai granit, juga dilengkapi prasarana dasar seperti tempat tidur tingkat, tempat tidur single, lemari, sofa, meja tamu, kursi dan meja makan.

“Kami siap mendukung program dari Kemenkumham khususnya dalam menyediakan hunian yang layak bagi para pegawainya. Tak hanya di Nusakambangan saja, Kementerian PUPR juga telah membangun Rusun bagi para pegawai imigrasi di Bali dan Batam,” terangnya.

Rusun untuk ASN Kementerian Hukum dan HAM khususnya petugas Lapas Nusakambangan berada di wilayah Pulau Nusakambangan di Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dua tower Rusun tersebut dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2018 di Nusakambangan. Pertama adalah Rusun untuk ASN Lajang dibangun setinggi empat lantai dan unit hunian sebanyak 50 kamar. Daya tampung Rusunawa masing-masing kamar adalah empat orang sehingga total daya tampungnya sebanyak 196 penghuni. Biaya pembangunannya sekitar Rp16,1 miliar.

Baca Juga: Pemanfaatan NIK Diharapkan Perbaiki Base Data Bantuan Sosial
Ini yang Harus Diperhatikan Jemaah Haji Saat Proses Pemulangan

Sedangkan Rusun yang kedua adalah Rusunawa bagi ASN yang sudah berkeluarga. Rusun ini dibangun tiga lantai dengan unit hunian 42 unit. Tipe unit huniannya adalah tipe 36 dan mampu menampung 42 kepala keluarga. Anggaran untuk pembangunan Rusun ini senilai Rp15,9 miliar.

Sedangkan program pembangunan rumah kedua adalah rumah khusus untuk ASN di Lapas Pulau Nusakambangan. Rusus tersebut dibangun SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah. Total Rusus yang dibangun 28 unit tipe 36.

Waktu pelaksanaan pembangunan adalah 210 hari mulai 4 Juni hingga 31 Desember 2018. Total anggarannya senilai Rp4,648 Miliar. Setiap unit Rusus juga telah dilengkapi meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi makan, lemari pakaian dan sofa

Berita Terkait

Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh
DKI Jakarta Luncurkan Sistem Jakarta Satu DKI Jakarta Luncurkan Sistem Jakarta Satu
Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat Terbakar Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat Terbakar

#Kemenkumham #Kementerian PUPR #Nusakambangan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar