5 Aspek Penting dalam Prosesi Haji yang Kadang Tak Disadari

Jemaah haji lansia (kemenag.go.id)

Arah - Puncak haji telah usai, hampir separuh dari jemaah haji Indonesia telah kembali ke tanah air. Tetapi tidak semua jemaah haji menyadari sesungguhnya dalam prosesi haji, mereka telah melakukan lima aspek penting.

“Aspek yang pertama adalah ibadah, (ibadah haji) sebagai rukun yang terakhir, tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa berhaji,” ujar Staf Khusus Menteri Agama Hadi Rahman saat melepas keberangkatan terakhir jemaah haji khusus di Bandara Prince Mohammed Bin AbdulAziz Madinah, Minggu (1/9/2019).

Menurut Hadi, dalam aspek ibadah, para jemaah haji telah melaksanakan rangkaian ibadah dimulai dari umrah sampai ibadah puncak, yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina sampai dengan ibadah (salat) arbain di Madinah.

Aspek kedua, ziarah yakni melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah yang banyak diceritakan ketika manasik. Jemaah haji bisa melihat langsung tempat-tempat yang mungkin awalnya hanya mendengar dari cerita orang lain.

Aspek ketiga, tijarah atau perdagangan. Selama berhaji, jemaah haji sebenarnya telah terlibat dalam perdagangan internasional. Karena bisa menikmati aneka olahan kuliner dari berbagai negara, berbelanja aneka produk dari negeri lain.

Baca Juga: Jaga Kemabruran dengan Peduli Sesama dan Tebar Salam
Haji Mabrur Wujudkan Kepedulian Sosial dan Tebarkan Kedamaian

Aspek keempat, rihlah dimana jemaah haji telah bukan sekedar berkunjung dan menjelajah tempat-tempat bersejarah saja tetapi juga belajar tentang banyak hal.

Hadi mengatakan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, sesungguhnya, para jemaah haji tengah melakukan rihlah ilmiah, karena dapat memperoleh pengetahun mengenai tempat yang dikunjungi.

Aspek kelima, nasihat kerana seluruh rangkaian kegiatan, aktifitas haji merupakan nasihat untuk seluruh umat. Ketika menjalankan ajaran agama, ketika beribadah, sebenarnya telah menjalankan nasihat.

“Salah satu cara melaksanakannya adalah bermusahabah, apakah kita lebih baik dari hari kemarin dan apa yang kita lakukan besok supaya bisa lebih baik dari hari kemarin. Ini adalah salah satu ciri kemabruran dalam berhaji,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bandara Kertajati Mulai Sosialisasikan Layanan Penerbangan Haji Bandara Kertajati Mulai Sosialisasikan Layanan Penerbangan Haji
Dua Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah Dua Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah
Tahun Depan Penerapan Program Iyab Diharapkan Lebih Luas Tahun Depan Penerapan Program Iyab Diharapkan Lebih Luas

#Ibadah Haji #Jemaah Haji #Mutiara #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar