Somasi Pemprov DKI, APJATEL Siap Tempuh Langkah Hukum

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memotong jaringan telekomunikasi serat optik, (Foto:APJATEL)

Arah - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memotong jaringan telekomunikasi serat optik di Jalan Cikini Raya pada 8 Agustus 2019 dan 22 Agustus 2019. Belakangan diketahui, pemotongan kabel tersebut dilakukan Pemprov DKI Jakarta secara sepihak.

Ketua APJATEL Muhammad Arif Angga mengatakan, tindakan pemotongan kabel serat optik tersebut dilakukan tanpa koordinasi telebih dahulu dan tidak sesuai dengan prosedur Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas yang mensyaratkan pemberitahuan kepada pemilik jaringan selambat-lambatnya satu tahun sebelum dan tidak sesuai dengan jadwal yang terdapat dalam Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 126 Tahun 2018 tentang Penataan dan Penertiban Jaringan Utilitas.
"Kami menyayangkan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang semena-mena ini. Selama keluar somasi belum ada tanggapan dari Pemprov DKI Jakarta," ujarnya, Jumat (6/9/2019).
Tindakan pemotongan jaringan telekomunikasi kabel serat optik tanpa berkoordinasi juga tak mematuhi Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas. Padahal, APJATEL sejatinya mendukung upaya perapian dan pengaturan kabel yang dianggap tak teratur ini.
"Kami menyampaikan peringatan atas tindakan Pemprov DKI ini. Jika tidak ada tanggapan, kami akan melapor ke Ombudsman," katanya.
Akibat tindakan ini, terjadi kerusakan jaringan telekomunikasi kabel serat optik sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kerusakan mengakibatkan internet milik pelanggan dan pebisnis mengalami kerusakan.
"Kerugian cukup besar baik materiil dan non-materiil," ungkapnya.
Melalui somasi ini, dia mengingatkan Pemerintah provinsi DKI Jakarta khususnya Gubernur DKI Jakarta dan Dinas Binamarga Provinsi Dki Jakarta untuk menghentikan tindakan melawan hukum berupa pemotongan jaringan telekomunikasi kabel serat optik secara sepihak.
"Jika somasi ini tak ditanggapi, kami akan mengambil langkah hukum, baik pidana maupun perdata atas pengerusakan jaringan telekomunikasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Dan akan melanjutkan pelaporan ke kepolisian," pungkasnya.

Berita Terkait

Ini Empat Titik Panggung Hiburan yang Disiapkan Pemprov DKI Ini Empat Titik Panggung Hiburan yang Disiapkan Pemprov DKI
Potong Kabel Sepihak, APJATEL Siap Somasi Pemprov DKI Jakarta Potong Kabel Sepihak, APJATEL Siap Somasi Pemprov DKI Jakarta
Ngadu Nasib ke Rumah Lembang, Pasukan Orange Gagal Temui Ahok Ngadu Nasib ke Rumah Lembang, Pasukan Orange Gagal Temui Ahok

#serat optik #Pemprov DKI Jakarta #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar