Pengusaha Mebel Didorong Manfaatkan Perang Dagang AS-China

Ilustrasi mebel (Pixabay)

Arah - Pemerintah mendorong pengusaha mebel dan furniture untuk memanfaatkan pasar Amerika Serikat yang terbuka menyusul perang dagang negara itu dengan China. Sementara pada saat bersamaan ekspor mebel dan furniture Indonesia justru turun.

“Kebutuhan impor (furniture) Amerika setahun untuk mebel itu kira-kira 96 miliar dolar AS. Nah, pertanyaannya kenapa ekspor furniture kita, total tapi ini ya, malah turun, sedikit. Enggak banyak tapi turun,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Artinya, lanjut Darmin, pengusaha mebel belum bisa memanfaatkan pasar Amerika yang besar.

"Kita tidak ikut perang dagang, tidak ikut kena bea masuk itu," katanya.

Baca Juga: Pengusaha Mebel Yakin Tembus Target Ekspor 5 Miliar Dolar AS
Wah, Ekspor Mebel Jepara Mampu Tembus Rp600 M

Darmin mencatat beberapa keluhan pengusaha termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kayu log sebesar 10%. Hal itu, kata dia, sedang dibahas Menteri Perindustrian dengan Kementerian Keuangan.

Selain itu, lanjut Darmin, pengusaha juga mengeluhkan kewajiban mengurus SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) meski untuk ekspor ke negara yang tidak mewajibkan pencantuman SVLK.

“Mereka juga menyadari bahwa itu sudah disetujui pemerintah dengan Uni Eropa. Nah, yang mereka sampaikan lebih banyak begini kalau mengenai SVLK, ya kalau ke negara yang tidak wajib SVLK enggak usah lah kita harus mengurus SVLK, gitu. Karena di aturan Menteri Perdagangannya itu kena semua. Pokoknya produk kayu kena,” ungkap Darmin.

Negara yang mewajibkan SVLK adalah Uni Eropa, Kanada, Australia dan Inggris. Kerena itu pengusaha mengusulkan agar kewajiban mengurus SVLK hanya untuk empat negara itu.

“Masuk akal sekali, ya kan, tapi memang harus ditinjau Peraturan Menteri Perdagangan,” sambung Darmin sambil menambahkan biaya mengurus SVLK Rp20 juta-Rp30 juta.

Berita Terkait

Industri Furnitur Punya Daya Saing Global karena 3 Hal           Industri Furnitur Punya Daya Saing Global karena 3 Hal
Furnitur Indonesia Laku Keras di Dubai Furnitur Indonesia Laku Keras di Dubai
Terkait Dana Bansos, Mpok Sylvi Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait Dana Bansos, Mpok Sylvi Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

#perang dagang as-cina #Pengusaha Mebel #Furniture #Ekspor #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar