Blokir Layanan Internet di Jayawijaya dan Mimika Dibuka

Gedung kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). (kominfo.go.id)

Arah - Pemerintah membuka blokir atas layanan data internet di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mulai Selasa (10/9/2019) Pukul 21.00 WIT. Hal itu dilakukan setelah situasi dan kondisi keamanan di kedua kabupaten tersebut sudah kondudif.

Dari 29 kabupaten/kota di Papua, sebanyak 27 Kabupaten sudah dibuka kembali blokir atas layanan data internet. Ke-29 kabupaten/kota tersebut adalah Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

Sementara dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat, masih sama dengan data sehari sebelumnya, Senin (9/9/2019) yakni 11 kabupaten sudah dibuka akses layanan data internet meliputi Kabupaten Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong.

Untuk wilayah Papua, masih terdapat dua kabupaten/kota yang masih diblokir layanan data internet yakni Kabupaten Jayapuran dan Kota Jayapura. Begitu juga dengan dua kota di Papua Barat yakni Manokwari dan Sorong masih harus terus dipantau situasinya dalam 1-2 hari ke depan. 

Baca Juga: Anggota Dewan Nilai Perlunya Kanalisasi Isu Papua
Tokoh Lintas Agama Serukan Jaga Papua Tanah Damai

Pada Selasa (10/9/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menerima 61 tokoh Papua dan Papua Barat, di Istana Negara.

Kepala BIN Budi Gunawan dalam laporannya mengatakan, tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat itu mewakili komponen tokoh adat, gereja, organisasi, akademisi, mahasiswa, wanita, dan pemuda.

“Para tokoh ini telah hadir di Jakarta sejak 6 September lalu untuk menyampaikan aspirasi yang terkait dengan bagaimana memajukan Papua dan meningkatkan kesejahterannya menjadi lebih baik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Budi.

Sementara pemimpin rombongan tokoh Papua, Abisai Rollo, mengatakan kedatangannya ke Istana untuk menyampaikan harapan, kecemasan, dan kebutuhan serta beberapa pemikiran ke depan untuk tanah Papua yang lebih baik dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Kami fokus pada sumber daya manusia karena Papua disebut daerah kaya dengan sumber daya alam namun tidak sebanding dengan jumlah dan kualitas sember daya manusia orang asli Papua yang mampu memanfaatkan sumber daya alam ini,” kata Abisai.

Abisai lalu menyampaikan 10 poin permintaan untuk masyarakat Papua-Papua Barat, yang di antaranya berisi tentang pemekaran daerah di Papua dan Papua Barat, pembangunan Asrama Nusantara di seluruh kota studi pelajar/mahasiswa Papua, hingga permintaan pembangunan Istana Presiden di Papua.

Berita Terkait

Kemenkominfo Lanjutkan Blokir Akses Data di Papua dan Papua Barat Kemenkominfo Lanjutkan Blokir Akses Data di Papua dan Papua Barat
Pemulihan Jaringan Internet di Papua dan Papua Barat Bertahap    Pemulihan Jaringan Internet di Papua dan Papua Barat Bertahap
Layanan Internet Dibuka Bertahap, 6 Wilayah Masih Dipantau Layanan Internet Dibuka Bertahap, 6 Wilayah Masih Dipantau

#internet #Akses Internet #Kemenkominfo #Papua #Papua Barat #presiden jokowi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar