Presiden: Jangan Ada Pembatasan yang Ganggu Independensi KPK

Dok Presiden Jokowi menjawab wartawan usai membuka CAFEO37, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9) pagi. (Foto: Humas/Rahmat)

Arah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru menerima Daftar Isian Masalah (DIM) Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia berjanji akan mempelajari lebih dulu sebelum menyampaikan keputusan pemerintah.

“Kita baru lihat DIM-nya dulu. Nanti kalau Surpres (Surat Presiden) kita kirim (ke DPR, red), besok saya sampaikan,” ujar Presiden menjawab usai menghadiri Pembukaan The 37th Conference ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO37) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Intinya, tegas Presiden dilansir setkab.go.id, jangan sampai ada pembatasan-pembatasan yang tidak perlu sehingga independensi KPK menjadi terganggu. Karena itu, Presiden berjanji akan mempelajari DIM Revisi UU KPK itu satu per satu.

“Nanti baru disampaikan kenapa ini ‘ya’ kenapa ini ‘tidak’, karena tentu ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,” kata Presiden.

Baca Juga: Koalisi Lembaga Keumatan Tolak Upaya Pelemahan KPK
Makna di Balik Penutupan Logo KPK dengan Kain Hitam

Mengenai apakah dirinya meminta pendapat pihak lain dalam membahas draf Revisi UU KPK, Presiden Jokowi mengatakan, sudah sejak Senin (9/9/2019) dirinya secara maraton meminta pendapat dari para pakar dan kementerian. Karena itu begitu DIM nanti dilihat, lanjut dia, dirinya sudah punya gambaran.

Saat ditanya apakah pembahasan Revisi UU KPK itu bisa diselesaikan DPR RI yang akan berakhir masa tugasnya 30 September ini, Presiden Jokowi menyerahkannya kepada DPR. 

Berita Terkait

Fadli Zon: Pemindahan Ibu Kota Bisa Batal Jika DPR Tak Sepakat   Fadli Zon: Pemindahan Ibu Kota Bisa Batal Jika DPR Tak Sepakat
Tolak Revisi UU KPK, Agus Berharap pada Presiden Jokowi          Tolak Revisi UU KPK, Agus Berharap pada Presiden Jokowi
Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I Jadwal Operasi MRT Jakarta Fase I

#Revisi UU KPK #kpk #presiden jokowi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar