50 Helikopter Dikerahkan Bantu Pemadaman Kahutla di Riau

Kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di Riau (Foto:BNPB)

Arah - El Nino tahun 2019 yang kembali terjadi di Indonesia mirip pada tahun 2015, namun jumlah titik panas dan kebakaran hutan cukup besar. Kondisi El Nino ini membuat curah hujan di kawasan Indonesia nyaris tidak ada.

Tercatat jumlah lahan gambut yang terbakar lebih dari 80 ribu ha, Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar hingga 31 Agustus 2019, mencapai 238 ribu ha.

"Tiga direktur kami sedang bekerja di Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kami tidak pernah libur dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini, karena mereka (pelaku) juga tidak pernah libur.” ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani.

Ridho menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah, seperti bupati dan walikota sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus kejahatan terhadap lingkungan ini. Menurutnya sepanjang 2015, KLHK banyak menggunakan gugatan administratif dan perdata dalam menindak pelaku kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, KLHK akan menambahkan gugatan pidana dan berbagai pasal berlapis baik itu penjara, denda, dan perampasan keuntungan bagi pelaku kejahatan lingkungan ini, terutama bila pelaku berasal dari korporasi.

“Kita akan melakukan kerja multi-door, bekerja sama dengan kepolisian agar tidak hanya disidik soal lingkungan hidup tapi juga undang- undang kehutanan dan perkebunan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional Doni Munardo menyampaikan, ada beberapa keluhan dari unsur Manggala Agni, TNI dan Polri yang bekerja di lapangan.

"Kalau di tingkat pusat sinergitas dari KLHK, Kepolisian, TNI, dan komponen yang ada sudah baik, namun pejabat di beberapa daerah kurang peduli. Ini adalah keluhan dari unsur komandan di lapangan” ungkapnya.

Menurut Doni, masih ada pejabat derah yang tidak pernah ikut rapat walaupun sudah diundang.

“Padahal saya bilang tadi, 99 persen penyebab kebakaran adalah manusia, dan 80 persennya dari lahan yang bekas terbakar, dan ini dijadikan kebun,” jelasnya.

Baca Juga: Kahutla di Provinsi Riau Berdampak pada Kualitas Udara
Presiden Perintahkan Kementerian Terkait Koordinasi Atasi Kahutla

KLHK telah melakukan penyegelan perusahaan di Riau, Kalbar dan Kalteng. Dari 43 perusahaan yang telah diselidiki, empat perusahaan yang sudah jadi tersangka, dan satu pelaku perorangan.

Sementara luas lahan gambut di Riau yang terbakar kurang lebih 40.000 ha. Sebanyak 50 unit helikopter sudah dikerahkan, dimana 42 unit diantaranya adalah milik pemerintah, dan sisanya dukungan dari unsur KLHK, TNI, Polri dan swasta.

Upaya tindak tegas pelaku kejahatan lingkungan, sejak Juli hingga Agustus 2019, KLHK telah melakukan pemantauan dan pengawasan beberapa lokasi khususnya Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, dan Kalteng.

Berita Terkait

Kebakaran Lahan di Riau Capai 633 Hektare Kebakaran Lahan di Riau Capai 633 Hektare
Dampak Kahutla di Provinsi Riau pada Kualitas Udara Dampak Kahutla di Provinsi Riau pada Kualitas Udara
Kawasan Lahan Sengketa Masuk Titik Rawan Karhutla Kawasan Lahan Sengketa Masuk Titik Rawan Karhutla

#kebakaran lahan #Kebakaran Hutan #Riau #lahan gambut #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar