Super Deduction Vokasi untuk Dorong Swasta Kembangkan SDM

Direktorat Jenderal Pajak (Foti:Ditjen Pajak)

Arah - Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 128/PMK.010/2019 dalam rangka pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia berbasis kompetensi tertentu. PMK itu tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto Atas Penyelenggaraan Kegiatan Praktik Kerja, Pemagangan, dan/atau Pembelajaran

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama menjelaskan PMK itu memberikan insentif besar-besaran bagi wajib pajak badan yang terlibat dalam kegiatan vokasi. Tujuannya mendorong keterlibatan swasta dalam mengembangkan kualitas SDM Indonesia.

“Insentif pajak ini diberikan untuk mendorong keterlibatan pihak swasta untuk aktif mengembangkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan kerja,” kata Hestu dalam siaran persnya Minggu (15/9/2019).

Dia mengatakan, melalui PMK itu, wajib pajak badan yang mengeluarkan biaya kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran pengembangan kompetensi tertentu dapat menerima pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen dari biaya yang dikeluarkan.

“Untuk menerima fasilitas ini, wajib pajak harus telah melakukan kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran yang dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama dengan sekolah vokasi. Selain itu perusahaan juga harus telah memenuhi kewajiban perpajakannya dan tidak dalam keadaan rugi,” kata Hestu.

Dia menyebutkan, sekolah vokasi meliputi sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, perguruan tinggi program diploma pada pendidikan vokasi, balai latihan kerja, atau instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan.

Baca Juga: Impor Produk Hewan Wajib Dilengkapi Label dan Sertifikat Halal
6 Hal Agar Indonesia Menjadi 5 Negara Ekonomi Terbesar pada 2045

Adapun jenis biaya yang dapat diakui untuk mendapatkan fasilitas ini termasuk biaya penyediaan tempat pelatihan, biaya instruktur atau pengajar, biaya barang atau bahan, honorarium atau pembayaran sejenis yang diberikan kepada peserta, dan biaya sertifikasi kompetensi bagi peserta program vokasi.

“Fokus kompetensi yang didorong meliputi 127 jenis kompetensi untuk siswa, pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah menengah atau madrasah aliyah kejuruan, 268 jenis untuk mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi program diploma vokasi, serta 58 jenis untuk perorangan, peserta latih, instruktur, dan tenaga kepelatihan pada balai latihan kerja,” kata Hestu.

Menurut Hestu, ragam jenis kompetensi ini mencakup berbagai sektor termasuk manufaktur, kesehatan, agribisnis, pariwisata, industri kreatif, dan ekonomi digital. Untuk mendapatkan fasilitas ini, lanjut Hestu, wajib pajak cukup menyampaikan pemberitahuan melalui sistem online single submission.

Berita Terkait

Penyampaian SPT Tahunan Secara Online Tahun Ini Meningkat Penyampaian SPT Tahunan Secara Online Tahun Ini Meningkat
Peringatan, Rekening Penunggak Pajak akan Diblokir Peringatan, Rekening Penunggak Pajak akan Diblokir
Target Kapatuhan Pajak 2019 Hingga 85 Persen Target Kapatuhan Pajak 2019 Hingga 85 Persen

#Sumber Daya Manusia #Kemenkeu #ditjen pajak #wajib pajak #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar