APJATEL: Kabel Serat Optik Tulang Punggung Smart City DKI

APJATEL mendukung instruksi Ingub No.126 Tahun 2018, tapi Pemprov DKI Jakarta perlu berkoordinasi ulang mengenai sistem kerapihan yang diinstruksikan.(Foto:APJATEL)

Arah - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) telah resmi melayangkan pengaduan pemotongan jaringan kabel serat optik yang dilakukan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta ke Ombdusman Republik Indonesia, Jumat (13/9/2019).

APJATEL mengatakan, aduan resmi ke Ombudsman dilakukan setelah tidak ada respon dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh Nugroho sudah meminta pemerintah DKI Jakarta untuk menangguhkan pemotongan jaringan kabel serat optik tersebut. Pemprov DKI Jakarta diminta berkoordinasi dengan para pelaku kepentingan penyedia layanan telekomunikasi di Jakarta.

Seiring perjalanan, Pemprov DKI Jakarta masih bersikukuh pemotongan kabel serat optik merupakan bagian dari penataan kota, smart city. Tetapi, fakta di lapangan, klaim itu membuat sejumlah instansi pemerintahan dan sektor swasta terkendala akses jaringan internet.

Salah satu kantor pemerintahan yang terdampak pemotongan kabel serat optik yaitu, Kementerian Pertahanan.

Menanggapai reaksi Pemprov DKI, Ketua Apjatel, Muhammad Arif Angga mengatakan, aksi pemotongan tanpa koordinasi tersebut justru berbanding terbalik dengan semangat smart city yang digalakkan.

"Dengan tidak mengatur dengan jelas infrastruktur telekomunikasi khususnya fiberoptic, ini sebuah kemunduran dan kontradiktif dengan semangat smart city," ujar Angga, Senin (16/9/2019).

Arief meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak melupakan sejarah kemajuan kotanya. Dia menyebut, DKI Jakarta bisa berkembang pesat berkat, salah satunya, sokongan teknologi.

Kabel serat optik yang beberapa tahun terpasang di DKI Jakarta mendukung warga DKI Jakarta berkreasi dan berinovasi serta mengembangkan bisnisnya.

"Jakarta jadi kota berkembang dgn masyarakat bisa menikmati kemudahan dalam hal digital karena didukung oleh backbone fiberoptic yang ada," ucapnya.

Baca Juga: Somasi Pemprov DKI, APJATEL Siap Tempuh Langkah Hukum
Potong Kabel Sepihak, APJATEL Siap Somasi Pemprov DKI Jakarta

Arief mengatakan, tanpa adanya jaringan kabel serat optik, DKI Jakarta hanya jadi instalasi gedung beton bertingkat.

"Fiber optic merupakan bagian terintegrasi dari jaringan telekomunikasi keseluruhan dalam mendukung smart city. Apalagi ke depan kita ditunggu oleh teknologi 5G yang membutuhkan lebih banyak fiber optic untuk menjamin kualitas layanan sesuai standar seluler generasi ke-5 tersebut," pungkasnya.

Berita Terkait

Potong Kabel Sepihak, APJATEL Siap Somasi Pemprov DKI Jakarta Potong Kabel Sepihak, APJATEL Siap Somasi Pemprov DKI Jakarta
Usut Suap Reklamasi, KPK akan Panggil Plt Gubernur DKI Jakarta Usut Suap Reklamasi, KPK akan Panggil Plt Gubernur DKI Jakarta
Pemprov DKI Segera Revitalisasi Danau Dan Waduk Pemprov DKI Segera Revitalisasi Danau Dan Waduk

#serat optik #Pemprov DKI Jakarta #Ombudsman #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar